Karhutla di Wilayah Freeport Naik Hampir 8 Kali Lipat

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:53 WIB
Ilustrasi Karhutla. (AI)
Ilustrasi Karhutla. (AI)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Frekuensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta semak-semak di wilayah kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) melonjak drastis sepanjang Januari hingga Oktober 2026. 

Perusahaan mencatat terdapat sekitar 82 kejadian kebakaran, naik hampir delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 11 kejadian.

Teranyar, peristiwa karhutla melanda kawasan pegunungan di sebelah timur Ridge Camp MP-72, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Rabu sore, 14 Oktober 2026 sekira pukul 17:50 WIT. Kebakaran melahap vegetasi perdu di lereng terjal wilayah tersebut.

Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia, Carl Tauran, memastikan insiden di Ridge Camp MP-72 tidak sampai mengganggu aktivitas maupun operasional tambang.

“Yang terbakar adalah tanaman perdu yang ada di gunung itu,” ujar Carl dalam konferensi pers di Gedung Fire Station Kuala Kencana, Mimika, Rabu, 21 Oktober 2026.

Upaya pemadaman di lokasi kejadian menghadapi tantangan berat akibat medan yang sulit dijangkau oleh personel maupun armada pemadam. 

Guna mengantisipasi eskalasi, tim penanggulangan kebakaran bersiaga penuh sejak malam hingga pagi hari berikutnya. Pemantauan berkala dilakukan secara intensif di titik-titik rawan sampai kobaran api dipastikan padam sepenuhnya.

Sebagai langkah antisipasi berulangnya karhutla, PTFI memperketat kesiapsiagaan personel serta keandalan peralatan pemadam kebakaran. Selain penguatan internal, perusahaan juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

“Kita pastikan tim Fire and Rescue, termasuk peralatan, secara berkala dan juga panas yang berkepanjangan. Kita juga siap berkoordinasi dan mengevaluasi bersama pemerintah daerah,” kata Carl. (*)

Editor : Elfira Halifa
Freeport PTFI