Karhutla di Tembagapura Mimika, Hanguskan Pondok Hingga Komplek pemakaman

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 17:57 WIB
Tangkapan layar rekaman video yang memperlihatkan kondisi lokasi yang terbakar di sisi samping Lapangan Terbang Aroanop.
Tangkapan layar rekaman video yang memperlihatkan kondisi lokasi yang terbakar di sisi samping Lapangan Terbang Aroanop.  

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan sekitar Lapangan Terbang Aroanop, Kampung Ainggogim, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. 

Peristiwa yang berawal pada Rabu 14 Oktober 2026 tersebut meluas hingga membakar fasilitas warga di lereng gunung sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. 

Titik awal api dipicu oleh aksi pembakaran gundukan rumput kering oleh anak-anak di area yang berjarak sekitar 100 meter dari ujung landasan penerbangan. 

Kencangnya hembusan angin di wilayah pegunungan membuat kobaran api dengan cepat merambat sejauh 400 meter, melahap vegetasi kering, pondok kebun, hingga kompleks pemakaman warga.

Menjangkau Area Pegunungan dan Pemakaman

Dampak kebakaran tersebut terekam dalam dokumentasi video yang beredar di media sosial. Lahan vegetasi di sekitar lapangan terbang tampak hangus dan menghitam.

Warga setempat, Joel Dimpau, yang memantau kondisi di lapangan melaporkan bahwa api sempat mendekati area fasilitas penerbangan serta menghanguskan sejumlah bangunan milik warga.

"Ini ada tempat kayu bakar, rumah pondok ada dua tempat, dua pondok yang ada bakar. Ini lagi, dari atas lagi di ujung bandara di atas," ujar Joel Dimpau dalam rekaman videonya saat menunjukkan lokasi terdampak. 

Selain pondok warga dan rumah pemakaman, perambatan api meluas hingga ke lereng Gunung Watutopabera dan jajaran pegunungan di sekitarnya.

Kepolisian Konfirmasi Api Telah Padam

Kepala Kepolisian Sektor Tembagapura, Iptu Firman, mengonfirmasi insiden kebakaran hutan dan lahan yang sempat mendekati area bandara tersebut.

Menurut Firman, api yang sempat membesar dan meluas ke area pegunungan kini telah sepenuhnya dikendalikan oleh masyarakat setempat.

“Sudah padam,” kata Iptu Firman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin malam (19/10/2026).

Meski api telah padam, warga diimbau untuk tetap bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang kering serta tiupan angin kencang di wilayah pegunungan Mimika dinilai masih berpotensi memicu timbulnya titik api baru. (*)

Editor : Agung Trihandono
bandara mimika Ceposonline.com karhutla