CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika per pertengahan bulan ini mencatatkan realisasi fisik sebesar 54% dan realisasi keuangan sebesar 50,11%.
Di sisa dua bulan waktu efektif tahun anggaran, Pemerintah Kabupaten Mimika mendesak sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mempercepat penyerapan anggaran.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika, Marthen Tappi Malissa, menegaskan pentingnya proporsi pembangunan di mana persentase capaian fisik harus selalu mendahului penyerapan anggaran.
"Pekerjaan selesai dulu baru dibayar, artinya fisiknya dipersentase, keuangannya mengikuti. Jangan uangnya diminta dulu baru kerja," ujar Marthen Tappi Malissa saat ditemui usai mengikuti apel gabungan OPD di lapangan kantor Pusat Pemerintahan, Senin (19/10/2026).
Ia menggarisbawahi bahwa posisi realisasi fisik sebesar 54% yang berada di atas realisasi keuangan 50,11% menunjukkan skema pembayaran telah sesuai dengan prosedur administrasi keuangan daerah.
Ancaman Penyerapan Anggaran di OPD Besar
Meskipun secara akumulatif angka realisasi keuangan telah melampaui separuh target, masih terdapat sejumlah OPD yang serapannya belum menyentuh angka 50%.
Marthen menyebut jumlah instansi yang lambat tersebut tidak banyak, namun mengonfirmasi bahwa hal itu mencakup dinas-dinas pengelola anggaran jumbo.
"Tidak banyak [OPD yang belum capai 50%]. Ya datang saja [ke] OPD-OPD besar itu, tanya. Kesehatan, pendidikan, PU (Pekerjaan Umum). Pengelola anggaran besar... Mungkin program kegiatannya yang banyak," kata Marthen.
Terkait kendala teknis yang memicu lambatnya penyerapan pada instansi-instansi tersebut, Marthen menilai hambatan utama bukan terletak pada proses anggaran di keuangan, melainkan pada tata kelola administrasi di tingkat teknis.
"Saya lihat ini hanya keterlambatan penginputan di sistem. Saya lihat itu rata-rata seperti itu, pelimpahan ke PBJ (Pengadaan Barang/Jasa). Sebenarnya tidak ada kesulitan," tuturnya.
Bupati Beri Instruksi Tegas: Kejar Target Tanpa Asal Jadi
Dengan sisa waktu efektif pelaksanaan anggaran yang tinggal dua bulan, jajaran pimpinan daerah telah mengeluarkan instruksi khusus agar seluruh instansi segera menuntaskan program kerja yang tertunda.
"Pak Bupati menyampaikan secara tegas bahwa OPD-OPD yang belum mencapai 50%, baik fisik maupun realisasi keuangan, agar mempercepat. Karena kita tinggal efektifnya kan tinggal dua bulan. Harus [memenuhi target], tidak boleh tidak. Supaya pembangunan jalan," tegas Marthen.
Kendati dituntut bergerak cepat, Marthen memeringatkan agar percepatan realisasi tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan standar mutu fisik pengerjaan di lapangan.
"Jangan tergesa-gesa asal jadi, tidak boleh seperti itu. Kalau tergesa-gesa asal jadi, efeknya juga tidak baik buat pembangunan, termasuk efeknya kepada masyarakat tidak dirasakan secara maksimal," ujar Kepala BPKAD Mimika tersebut.
Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kini menginstruksikan dinas-dinas teknis, khususnya sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, untuk memaksimalkan sisa waktu guna memastikan seluruh target fisik dan pencairan keuangan dapat tuntas sebelum akhir tahun anggaran.(*)