CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Kepolisian Resor Mimika menangkap seorang terduga pelaku penembakan panah wayer dalam aksi tawuran di kawasan Bundaran Petrosea yang terjadi pada Minggu, 27 September 2026.
Meski demikian, polisi memastikan warga yang ditangkap tersebut bukan eksekutor yang menyebabkan seorang siswa SMK meninggal dunia.
Insiden berdarah di Bundaran Petrosea itu menimpa dua orang pelajar. Kedua korban mengalami luka tembak panah wayer di bagian kepala dan dada, hingga satu di antaranya menembus nyawa. Pelaku yang ditangkap saat ini erupakan penembak yang melukai korban selamat.
“Jadi, memang benar satu orang sudah kami amankan tetapi bukan dia pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat dikonfirmasi, Kmais (8/10/2026).
"Dia adalah orang yang memanah korban lain hingga mengalami luka serius di bagian kepala,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tawuran antarkelompok remaja tersebut dipicu oleh saling ejek di media sosial. Sebuah akun Facebook yang belum diketahui pemiliknya mengunggah ujaran kebencian yang memancing emosi salah satu kelompok hingga berujung pada aksi saling serang di jalanan.
“Ada akun Facebook yang mengejek salah satu kelompok sehingga salah satu kelompok emosi dan berujung pada aksi tawuran tersebut. Jadi kita masih dalami terkait kronologis kejadian sehingga bisa mengungkap siapa pelaku sebenarnya,” jelasnya.
Polisi saat ini masih terus memeriksa sejumlah saksi yang diduga kuat berada di lokasi saat bentrokan pecah. Untuk menyusun peta kejadian secara presisi dan menetapkan tersangka utama, penyidik berencana menggelar reka ulang kejadian di tempat perkara.
“Kami akan melakukan rekonstruksi kejadian untuk memastikan siapa saja yang terlibat langsung hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa