CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Sore itu, suasana tenang di kawasan Kebun Sirih mendadak riuh. Seorang pelajar kelas XII SMA di Mimika bernama Iksan ditemukan tak bernyawa di dalam kamar indekosnya.
Remaja 18 tahun itu terbaring kaku saat saudara angkatnya datang berkunjung pada Selasa sore, 6 Oktober 2026. Temuan memilukan di Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru, Papua Tengah tersebut langsung dilaporkan ke Mapolsek Mimika Baru.
Jejak duka sebenarnya sudah tercium sejak Selasa dini hari, sekitar pukul 02.00 WIT. Beberapa penghuni sekitar sempat mendengar korban berteriak menahan sakit dari dalam kamarnya. Namun, tidak ada yang menyangka jeritan itu menjadi petanda akhir hayat sang pelajar.
Tanda tanya makin membuncah saat petugas hendak mengevakuasi jasad korban. Bercak darah tampak keluar dari hidungnya.
Tak hanya itu, bercak luka juga terlihat di bagian tangan dan kaki Iksan. Luka fisik tersebut diduga kuat berkaitan dengan insiden kecelakaan lalu lintas yang sempat dialaminya beberapa waktu sebelum kejadian.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Mimika Baru bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Mimika langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi memasang garis pembatas, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan barang bukti. Jenazah Iksan kemudian dievakuasi ke RSUD Mimika untuk menjalani visum et repertum guna mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Polisi bergerak cepat mengusut tuntas misteri kematian pelajar tersebut. Sejumlah saksi di sekitar indekos dan pihak keluarga mulai dimintai keterangan untuk menyusun kronologi utuh peristiwa ini.
Kapolsek Mimika Baru AKP Boby Pratama, membenarkan pihaknya saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk mendalami kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut.
"Informasi dari masyarakat benar bahwa kerabat menemukan korban sudah meninggal di dalam kamar. Tim Inafis sudah olah TKP dan jenazah sudah kami geser ke kamar mayat," kata Boby.
Terkait kondisi luka pada tubuh korban, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dari tim dokter rumah sakit.
“Untuk kepastian kondisi luka, kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Saksi-saksi juga masih kami periksa untuk mendalami kejadian ini," pungkasnya.
(*)
Editor : Lucky Ireeuw