CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Fenomena El Nino berkategori sangat kuat yang tengah melanda Indonesia tidak menghalangi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk terus diguyur hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Mimika mengonfirmasi bahwa kondisi unik ini dipicu oleh dominasi faktor geografis serta dinamika cuaca lokal di wilayah tersebut.
Prakirawan BMKG Stasiun Mozes Kilangin Mimika, Muhammad An Nafi, menjelaskan keberadaan angin siklon di atas wilayah Papua menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan di tengah ancaman kekeringan nasional.
“Meskipun fenomena El Nino kuat, jika terdapat angin siklon di atas Papua, awan hujan tetap dapat terbentuk,” jelas Nafi di Mimika, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia menjelsakan, fenomena El Nino secara umum tidak memberikan dampak kekeringan yang signifikan terhadap wilayah Mimika, kecuali jika intensitasnya mencapai tingkat yang sangat ekstrem.
“Kalau pun terjadi El Nino, tetap ada periode kering dan periode pertumbuhan awan hujan. Faktor lokal di Mimika sangat kuat,” ungkapnya.
Berdasarkan data BMKG, total akumulasi curah hujan di Mimika sepanjang September tercatat mencapai 184 mm, dengan curah hujan harian tertinggi sebesar 102 mm yang terjadi pada 29 September.
Meskipun tetap diguyur hujan, volume curah hujan bulan ini terhitung lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Nafi menambahkan, karakteristik iklim di Kabupaten Mimika tergolong spesifik karena hanya memiliki satu zona cuaca, yakni musim hujan sepanjang tahun.
(*)
Editor : Abdel Gamel Naser