CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau warga untuk tidak menampung maupun mengonsumsi air hujan selama beberapa pekan ke depan.
Langkah ini diambil seiring dimulainya operasi pembenihan awan (cloud seeding) untuk menekan kabut asap di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mimika, Aser Korwa, menjelaskan bahwa air hujan yang turun selama periode operasi berpotensi terkontaminasi zat kimia yang digunakan dalam proses pembuatan hujan buatan tersebut.
"Air hujan pada periode ini tidak disarankan untuk digunakan, baik untuk keperluan memasak, mandi, apalagi dikonsumsi sebagai air minum," ujar Aser, Kamis (1/10/2026).
Operasi pembenihan awan dilakukan dengan menyemai bahan kimia khusus biasanya berupa garam dapur (NaCl) atau senyawa higroskopis lainnya ke dalam awan potensial menggunakan pesawat.
Tujuan utamanya adalah mempercepat proses kondensasi agar hujan segera turun dan meluruhkan partikel jerebu (asap) yang mencemari udara.
Meski efektif mengurangi paparan asap, sisa-sisa bahan penyemai yang terbawa presipitasi hujan dapat mengubah kandungan kimiawi air pada beberapa curahan pertama.
Karena itu, BPBD meminta masyarakat mengutamakan kesehatan keluarga dengan sementara waktu beralih ke sumber air bersih lain yang terjamin keamanannya.
"Kami memohon kerja sama masyarakat demi menjaga kesehatan bersama. Gunakan sumber air bersih alternatif yang layak konsumsi selama periode pembenihan awan berlangsung," tambah Aser.
Langkah cloud seeding ini menjadi salah satu penanganan darurat yang ditempuh pemerintah daerah untuk mengatasi penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti Mimika dan sekitarnya.
Pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat dalam mematuhi imbauan ini dapat mendukung kelancaran penanggulangan bencana asap, sekaligus mencegah timbulnya masalah kesehatan baru akibat konsumsi air yang terkontaminasi.(*)
Editor : Elfira Halifa