CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kabut asap kiriman memicu penurunan jarak pandang (visibility) secara drastis di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin.
Akibat cuaca buruk tersebut, dua pesawat komersial yang dijadwalkan mendarat pada Rabu pagi (30/9/2026), terpaksa dialihkan pendaratannya (divert) ke bandara terdekat.
Otoritas Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin mengambil keputusan mengalihkan rute demi memprioritaskan keselamatan penerbangan.
Dua penerbangan yang terdampak merupakan armada milik maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air.
Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan UPBU Mozes Kilangin Timika, Fatahillah, mengonfirmasi bahwa pengalihan rute pendaratan ini merupakan prosedur standar operasional (SOP) ketika jarak pandang berada di bawah batas aman navigasi.
"Jadi, hari ini ada pengalihan landing ke Sentani untuk dua maskapai yaitu Garuda dan Lion yang dijadwalkan harus landing di Timika pada pukul 06.00 WIT," kata Fatahillah, Rabu pagi.
Menurut Fatahillah, ketatnya jarak pandang di area landasan pacu tidak memungkinkan pilot melakukan tindakan pendaratan secara aman.
"Dan yang terjadi pada pagi hari ini mungkin jarak pandangnya kurang untuk melakukan landing yang kemudian akhirnya beralih landing di Sentani maupun Biak," ujar Fatahillah.
Setelah tertahan beberapa jam di lokasi pengalihan, kedua pesawat baru diizinkan terbang kembali dan mendarat di Timika menjelang siang hari setelah jarak pandang membaik.
Ia mengatakan, dua maskapai tersebut akhirnya dapat melakukan landing di Timika pada pukul 10.00 atau 11.00 WIT.
Gangguan jadwal penerbangan di Mimika akibat paparan asap ini bukan pertama kalinya terjadi dalam sepekan terakhir. Sejumlah jadwal penerbangan sebelumnya dilaporkan mengalami penundaan (delay) hingga pembatalan pendaratan.
"Beberapa hari kemarin, penerbangan pesawat terjadi delay dan batal landing di Timika, akhirnya beralih landing di Sentani," imbuhnya.
Guna mengantisipasi potensi bahaya di tengah cuaca ekstrem akibat kabut asap yang masih mengintai, otoritas bandara meminta seluruh personel teknis dan pemangku kepentingan penerbangan memperketat pengawasan operasional.
Ia berharap, di tengah situasi ini semua pihak yang terlibat langsung dalam dunia penerbangan dapat mengutamakan keselamatan.
(*)
Editor : Lucky Ireeuw