Duka dan Solider dari Mimika: Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Agung Trihandono • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 03:51 WIB
Jurnalis di Mimika saat berkumpul di Bundaran Timika Indah menyalakan lilin dan memanjatkan doa untuk 5 jurnalis hilang di Selat Sunda pada 7 September 2026 lalu. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Jurnalis di Mimika saat berkumpul di Bundaran Timika Indah menyalakan lilin dan memanjatkan doa untuk 5 jurnalis hilang di Selat Sunda pada 7 September 2026 lalu. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Gelombang solidaritas atas hilang kontaknya lima jurnalis dan tiga kru kapal saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau meluas hingga ke Papua Tengah. 

 

Puluhan wartawan yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika, Jurnalis Perempuan Mimika, serta insan pers setempat menggelar aksi nyala lilin dan doa bersama di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Senin (14/9/2026) pukul 18.00 WIT.

 

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan mengiringi nyala lilin sebagai simbol harapan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

 

"Kami memberikan dukungan moral dan keimanan agar lima rekan wartawan dan tiga kru kapal yang hilang dapat segera ditemukan dan berkumpul kembali bersama keluarga," ujar Ketua PFI Kota Timika, Sevianto Pakiding, di sela-sela aksi.

 

Rombongan yang hilang kontak tersebut terdiri dari M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto ANTARA), Arie Basuki (pewarta foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (pewarta foto iNews), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu Agency), serta Donal Husni (jurnalis lepas). Mereka dilaporkan hilang saat menjalankan tugas jurnalistik meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

 

Memasuki hari kedelapan, tenggat waktu standar operasi pencarian SAR berdasarkan regulasi resmi umumnya telah mendekati batas akhir. Menanggapi kondisi tersebut, PFI Timika secara tegas menyuarakan desakan agar otoritas terkait memperpanjang masa operasi pencarian di lapangan.

 

Pernyataan ini memperkuat permohonan resmi yang sebelumnya telah dilayangkan oleh Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

 

"Secara khusus, kami dari PFI Timika mendukung penuh permohonan Ketua Umum PFI untuk memperpanjang waktu pencarian. Penambahan masa operasi ini sangat krusial untuk membuka peluang yang lebih besar bagi tim gabungan dalam menemukan seluruh korban," tegas Sevianto.

 

Aksi solidaritas di garis timur Indonesia ini menjadi penegas bahwa risiko profesi yang dihadapi jurnalis di lapangan merupakan duka bersama seluruh korps pers tanah air, tanpa terhalang sekat geografis.(*)

Editor : Agung Trihandono
erupsi gunung anak krakatau jurnalis