Usai Evakuasi Korban Selamat dari Alama, Ini Langkah yang Ditempuh Kepolisian

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB
Korban saat tiba di lapangan hijau Mako Brimob Batalyon B Pelopor, Senin (14/9/2026). ( CEPOSONLINE.COM/POLRES MIMIKA).
Korban saat tiba di lapangan hijau Mako Brimob Batalyon B Pelopor, Senin (14/9/2026). ( CEPOSONLINE.COM/POLRES MIMIKA). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kepolisian Daerah Papua Tengah tengah mendalami trauma dan keterangan saksi kunci guna membongkar teka-teki penyanderaan sembilan warga sipil di Distrik Alama, Kabupaten Mimika. 

 

Penyelidikan mendalam ini dilakukan usai aparat keamanan berhasil mengevakuasi satu dari sembilan korban sandera dalam kondisi selamat pada hari ini.

 

Evakuasi terhadap Demerina Uamang (17)—korban selamat yang dijemput dari Distrik Alama—berlangsung dramatis di tengah kondisi cuaca ekstrem. 

 

Tim gabungan yang mengawaki Helikopter Polri sempat melakukan empat kali uji coba penerbangan sebelum akhirnya berhasil mendarat di lokasi dan menerbangkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah di Timika.

 

Saat tiba di rumah sakit, kondisi fisik dan psikologis Demerina tampak memprihatinkan. Wajah perempuan muda asal Kampung Jinoni, Distrik Hoya itu masih memancarkan trauma mendalam usai melepaskan diri dari cengkeraman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

 

Pihak kepolisian menyatakan prioritas utama saat ini adalah pemulihan medis dan pendampingan trauma (trauma healing) sebelum menggali informasi operasional lebih jauh.

 

"Sementara korban kami observasi dan berikan perawatan intensif oleh tim medis yang dipimpin dr. Marlina. Kondisinya masih trauma, sehingga kami harus menstabilkan kesehatannya terlebih dahulu sebelum bisa dimintai keterangan resmi," ujar juru bicara kepolisian saat memberikan keterangan pers di RS Bhayangkara, Timika.

 

Pendekatan Kultural dan Bahasa Daerah

Untuk memulihkan ingatan serta keberanian korban dalam membeberkan kronologi kejadian, polisi akan menerapkan pendekatan berbasis kultural. Mengingat korban mengalami trauma berat, proses interogasi awal akan melibatkan pihak keluarga dengan menggunakan bahasa daerah setempat.

 

Langkah ini dinilai krusial mengingat Demerina merupakan satu-satunya saksi hidup yang berhasil keluar dari kawasan isolasi. Informasi dari warga menyebutkan bahwa Demerina diduga berhasil meloloskan diri seorang diri dari lokasi penyanderaan sebelum akhirnya diselamatkan warga di Distrik Bella.

 

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban melarikan diri atau dilepaskan. Namun yang pasti, keterangan saksi ini akan menjadi pintu masuk utama untuk membuka tabir siapa aktor di balik penyanderaan ini, sekaligus mendeteksi keberadaan delapan sandera lainnya yang masih ditahan," tegas narasumber kepolisian tersebut.

 

Mencegah Konflik Horisontal dan Strategi Lanjutan

Langkah cepat evakuasi ini juga dipacu oleh desakan masyarakat lokal Alama, Bella, dan Jila yang mengkhawatirkan terjadinya gesekan antarkampung. Polisi menegaskan, pengungkapan fakta yang akuntabel dan transparan sangat penting agar isu penyanderaan ini tidak memicu konflik horisontal di tengah warga sipil.

 

"Keberhasilan evakuasi hari ini tidak terlepas dari peran Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) yang aktif membangun komunikasi dengan masyarakat di Jila, Bella, dan Alama. Ini murni aksi kemanusiaan demi mencegah dampak sosial yang lebih luas," lanjutnya.

 

Mengenai penegakan hukum dan langkah perburuan terhadap kelompok penyandera, pihak kepolisian memilih bersikap terukur dan tidak terburu-buru mengambil tindakan spekulatif di lapangan.

 

Hasil pendalaman keterangan dari Demerina nantinya akan langsung dikoordinasikan dengan Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz serta jajaran pimpinan tinggi Polri/TNI guna merumuskan formulasi taktis—baik operasi penyelamatan sisa delapan sandera maupun langkah penindakan hukum terhadap para pelaku.

 

"Kami belum melangkah ke tahap perburuan fisik sebelum memiliki pemetaan yang valid dari saksi kunci. Setelah keterangan saksi ini didalami dan diprofiling, hasilnya akan segera kami laporkan ke Kaops Damai Cartenz dan pimpinan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya," pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
jila mimika Ceposonline.com