CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Kepolisian Setor Mimika Timur menangkap dua pria berinisial P dan SL yang diduga menjadi pelaku penikaman terhadap M.R (17), remaja yang tewas usai diserang senjata tajam di Jalan Mapurujaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kedua pelaku diringkus petugas di Kampung Nduga, Kilometer 11, pada Minggu (13/9/2026) pagi sekira pukul 09:00 WIT.
Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumilena membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi media pada Minggu sore.
"Betul, mereka dua sudah kami amankan untuk dimintai keterangan," jelas Iptu Alex.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, insiden itu dipicu persoalan sepele. Kedua pelaku mendatangi tempat jualan warga untuk meminta rokok, namun berujung pada penganiayaan akibat tidak dipenuhi.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, awalnya mereka mendatangi kios untuk meminta rokok kepada pemilik kios. Namun, karena permintaan keduanya tidak dikabulkan, para pelaku kemudian melakukan tindakan penganiayaan tersebut," terang Alex.
Polisi saat ini masih terus menelusuri keberadaan barang bukti senjata tajam yang digunakan saat eksekusi. "(Untuk barang bukti) masih dalam lidik," pungkasnya.
Peristiwa penganiayaan berat tersebut berlangsung di depan Kios Wahyu Cell, Jalan Mapurujaya KM 9, Kelurahan Kadun Jaya, pada Sabtu (12/9/2026) malam sekira pukul 19:57 WIT.
Kejadian bermula saat korban M.R tengah duduk menemani saksi S menjaga kios. Dua pelaku yang berjalan dari arah KM 11 diduga dalam pengaruh minuman beralkohol datang menghampiri untuk meminta rokok. Korban kemudian merespons bahwa kios hanya menjual permen.
Tersinggung atas jawaban korban, pelaku membentak M.R dan menerobos masuk ke dalam kios. Korban sempat menarik saksi S ke dalam rumah demi keselamatan, lalu kembali ke luar mendatangi pelaku hingga terjadi percekcokan yang berujung pada penikaman di bagian dada kiri korban.
Usai melancarkan aksinya, kedua pelaku melarikan diri ke arah jembatan KM 9. Warga setempat sempat membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika menggunakan pikap.
Namun, setelah sempat mendapat perawatan intensif dalam kondisi kritis, maut menjemput korban pada Minggu dini hari pukul 00:35 WIT.
Insiden penikaman fatal ini sempat menyulut emosi keluarga korban yang berujung pada aksi pemalangan jalan di lokasi kejadian pada pukul 02:00 WIT.
Aksi penutupan jalan tersebut akhirnya berhasil diredam secara damai usai Polres Mimika menerjunkan personel untuk memediasi keluarga dan menjamin penegakan hukum berjalan transparan.(*)
Editor : Elfira Halifa