Seorang Warga Jayapura Pegawai Freeport Ditemukan Tewas di Mimika

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 12:56 WIB
Personel Inafis Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana menggelar olah TKP usai penemuan jenazah di Perumahan Pondok Indah Amor SP3, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/POLRES MIMIKA).
Personel Inafis Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana menggelar olah TKP usai penemuan jenazah di Perumahan Pondok Indah Amor SP3, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/POLRES MIMIKA).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA —
Kepolisian Resor Mimika melakukan penyelidikan atas peristiwa ditemukannya seorang pria berinisial FF (30) yang meninggal dunia di dalam sebuah rumah di Jalan Angela III Nomor 06 Blok A, Perumahan Pondok Indah Amor SP3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (8/9/2026).

Korban yang tercatat sebagai warga asal Jayapura dan bekerja di PT Freeport Indonesia tersebut ditemukan tak bernyawa di atas kasur ruang tamu sekitar pukul 08.30 WIT oleh kerabatnya. 

Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado menyatakan, begitu menerima laporan masyarakat, tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard bersama Kanit Reskrim Ipda Achmad dan Tim Inafis Polres Mimika langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Hasil olah TKP menunjukkan jenazah ditemukan terbaring di atas kasur ruang tamu tanpa mengenakan pakaian dan hanya ditutupi selembar handuk di bagian kemaluan. Petugas menemukan bercak darah mengering di bagian mata kanan dan hidung, serta adanya kain kasa yang menyumbat lubang hidung sebelah kanan," kata Iptu Amir Rado saat mengonfirmasi peristiwa tersebut, Selasa (8/9/2026).

Iptu Amir Rado menegaskan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan fisik luar yang dilakukan oleh tim Inafis bersama personel kepolisian di lapangan, tidak ditemukan adanya indikasi bekas tindak kekerasan pada tubuh korban.

"Pada badan almarhum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara almarhum meninggal dunia karena sakit," ujar Amir.

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah kerabat korban di Jayapura merasa curiga karena korban tak merespons panggilan telepon selama tiga hari. Saksi berinisial OY diminta untuk mengecek keberadaan korban di rumah singgahnya di SP3.

Sesampainya di lokasi pada Selasa pagi, OY sempat mengintip dari celah jendela samping dan melihat kaki korban. 

Namun, setelah dipanggil selama 15 menit tanpa ada jawaban, OY bersama istrinya mendobrak pintu dapur samping dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernapas di ruang tamu, sebelum akhirnya melapor ke pos keamanan perumahan dan Polsek Kuala Kencana.

Menurut keterangan saksi tetangga berinisial MR, korban tinggal sendirian di rumah milik kerabatnya tersebut setiap kali turun dari area kerja Tembagapura. Korban terakhir kali terlihat beraktivitas mengendarai sepeda motor pada Jumat (4/9/2026) pagi.

Setelah proses olah TKP selesai pada pukul 09.05 WIT, jenazah FFA langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika untuk menjalani prosedur visum luar. 

Pihak keluarga berencana menerbangkan jenazah korban menuju Jayapura pada Rabu, 9 September 2026 untuk dimakamkan.

(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
pegawai freeport Tewas mimika Ceposonline.com