CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Dua dari delapan penumpang perahu ketinting yang tenggelam di perairan Muara Betsbamu, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, kembali ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu (6/9/2026).
Penemuan ini menambah jumlah korban selamat menjadi tiga orang, sementara lima penumpang lainnya masih hilang di perairan tersebut.
Kedua korban selamat yang baru ditemukan yakni Lina Kamur (20) dan Sabastian Kamur (22).
Keduanya diselamatkan oleh nelayan lokal yang melintas di sekitar perairan Muara Betsbamu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika I Wayan Suyatna menjelaskan, Pos SAR Asmat menerima laporan penemuan tersebut dari personel gabungan yang beroperasi di lapangan.
"Pukul 11.30 WIT mendapatkan informasi dari tim SAR gabungan di lapangan bahwa nelayan setempat sekitar pukul 06.00 WIT telah menemukan dua korban dari tenggelamnya perahu ketinting di muara Betcbamu Asmat dan telah tiba di Puskesmas Youw, Asmat," jelas I Wayan saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Berdasarkan keterangan para korban selamat, perahu bermesin tempel yang mengangkut delapan penumpang itu sejatinya bertolak dari Kali Wen pada Sabtu sore 5 September menuju Distrik Kamur.
Namun, saat melintasi Muara Betsbamu, perahu dihantam gelombang tinggi hingga terbalik.
Korban pertama yang dievakuasi yakni Ebestina Kuwaito (34) pada Minggu dini hari sekira pukul 03:00 WIT, disusul Lina dan Sabastian pada pukul 06:00 WIT.
"Dari data tersebut maka total korban selamat yakni berjumlah tiga orang dan lima orang lainya masih dalam pencarian tim SAR gabungan," ungkap I Wayan.
Lima penumpang yang hingga kini masih dalam proses pencarian terdiri atas dua orang dewasa, yakni Anton Yod (35) dan Beni Kuwaito, serta tiga anak-anak, yaitu Bela Yod (4), Tekla Yod (2), dan bayi berusia enam bulan bernama Gilang Yod.
Operasi penyisiran terus digencarkan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan rescuer Pos SAR Asmat, personel TNI Angkatan Laut, serta Satpolairud Polres Asmat menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 85 PK Basarnas dengan bantuan masyarakat nelayan setempat.(*)
Editor : Elfira Halifa