Kwamki Narama Kembali Memanas, 4 Korban Dilaporkan Tewas Dalam Konflik Dang dan Newegalen

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:24 WIB
Personel kepolisian bersiaga di kawasan Distrik Kwamki Narama guna mengantisipasi eskalasi konflik antarkelompok. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Personel kepolisian bersiaga di kawasan Distrik Kwamki Narama guna mengantisipasi eskalasi konflik antarkelompok. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Konflik komunal antarkelompok warga kubu Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali memanas. 


Pasca kesepakatan damai yang pernah tercapai sebelumnya, bentrokan bersenjata tradisional tersebut kini telah menelan 4 korban jiwa baru dari kedua belah pihak.


Langkah penanganan dan pemantauan terus dilakukan aparat kepolisian untuk meredam konflik yang dipicu oleh serangkaian aksi saling serang dan balasan adat tersebut.


Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, menjelaskan aparat kepolisian mengungkapkan bahwa bentrokan susulan kembali pecah dipicu oleh kematian salah seorang warga kubu Newegalen yang sempat menjalani perawatan akibat luka panah di RSUD Mimika. 


Usai jenazah dikremasi di lokasi konflik, situasi kembali memanas hingga terjadi saling lempar panah antar kedua kelompok.


"Setela kremasi, dari kubu Newegalen melempar. Secara adat mereka buang emosi, buang panah di Dalam lalu mereka melakukan buang panah, dan kami kepolisian mundur karena jangan sampai ada dari anggota kita yang nanti kena panah. Dari situ kita mundur, kita kembali ke Polsek," ujar Iptu Yusak saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).


Konflik yang melibatkan aksi saling serang menggunakan senjata tradisional panah ini menyebabkan jatuhnya belasan korban jiwa secara kumulatif sejak bentrokan pertama pecah di area Landak dan SP3. 


Korban luka-luka ringan umumnya ditangani secara mandiri di lokasi pertikaian, sementara korban luka berat dirujuk ke rumah sakit.


Rincian dampak dan persebaran korban akibat konflik antarkelompok tersebut meliputi korban Pasca-Damai (Konflik Baru) menelan 4 korban jiwa, masing-masing 2 orang tewas dari kubu Dang dan 2 orang tewas dari kubu Newegalen.


Kubu Dang mencatat total 13 korban jiwa, sedangkan kubu Newegalen mencatat total 9 korban jiwa sejak awal mula perselisihan.


Sebagian besar korban luka panah diobati secara mandiri oleh tim medis internal kelompok di area bentrokan, sedangkan korban kritis dievakuasi ke RSUD Mimika.


Aparat kepolisian kini menyiagakan personel di Polsek setempat dan rutin melakukan patroli pengamanan. 


Menindaklanjuti instruksi Kapolda Papua dan Kapolres Mimika, kepolisian mengedepankan imbauan selama sepekan sebelum mengambil tindakan penegakan hukum secara tegas.


"Jadi yang membawa panah, kita akan melakukan penangkapan dan proses hukum. 


Sementara pihak pimpinan sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan, Pengadilan, Kejari, dan Ketua Pengadilan untuk tindakan penegakan hukum kepada masyarakat Kwamki yang sementara masih pertikai," tegas Yusak.
(*)

Editor : Weny Firmansyah
Kwamki Narama mimika Ceposonline.com