Warga Mimika Diimbau Gunakan Masker

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:42 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat memperketat perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan bahwa kandungan asap pada kabut tersebut memiliki risiko kesehatan yang signifikan jika terhirup secara terus-menerus.

 

“Yang kita lihat ini sebenarnya bukan kabut murni, melainkan kabut yang bercampur dengan asap. Itu yang harus kita waspadai,” kata Godfried, Senin, 24 Agustus 2026.

 

Dinkes Mimika dalam beberapa waktu terakhir mencermati bahwa paparan partikel asap berpotensi kuat memicu gangguan saluran pernapasan, mendongkrak risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah masyarakat.

 

“Imbauan kami kepada seluruh warga agar mulai saat ini, setiap beraktivitas di luar rumah, gunakanlah masker untuk melindungi diri dari paparan asap,” ujarnya.

 

Godfried secara khusus menyoroti kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah. Durasi paparan udara luar ruangan saat berangkat, pulang, hingga waktu istirahat sekolah membuat kelompok ini amat riskan terpapar material asap.

 

“Lebih khusus lagi kepada anak-anak sekolah. Mereka tidak hanya berangkat dan pulang ke sekolah, tetapi juga memiliki waktu istirahat di mana mereka beraktivitas di luar ruangan,” ungkapnya.

 

Selain ancaman paparan di luar ruangan, lingkungan ruang kelas yang tertutup juga berpotensi mempercepat mata rantai penularan ISPA antarsiswa.

 

“Jika ada satu anak batuk, kemungkinan besar akan menular kepada teman-temannya. Mereka berada bersama dalam satu ruangan berjam-jam, sehingga penyebaran ISPA bisa sangat cepat terjadi,” jelas Godfried.

 

Oleh karena itu, intervensi pencegahan dinilai tidak boleh menunggu sampai terjadi lonjakan pasien di fasilitas kesehatan. Langkah antisipasi mandiri dengan mematuhi protokol kesehatan pernapasan menjadi kunci utama penanganan dampak buruk fenomena ini.

 

Mengingat potensi kebakaran hutan masih berpeluang terjadi seiring pergeseran pola cuaca di wilayah Papua, Dinkes Mimika meminta warga tetap mempertahankan kewaspadaan ini hingga beberapa pekan ke depan.

 

(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
mimika Ceposonline.com