CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Alunan musik dan nyanyian riuh terdengar di tengah hiruk-pikuk lalu lintas perempatan Jalan Bank Papua, Mimika.
Puluhan musisi lokal yang tergabung dalam Forum Musisi Mimika (Fomika) tak sekadar menyajikan hiburan jalanan, melainkan mengetuk nurani para pengguna jalan untuk membantu korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan yang berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026 ini digerakkan oleh rasa empati mendalam komunitas seni Mimika terhadap musibah yang menimpa warga Flores dan sekitarnya.
"Aksi penggalangan dana ini murni atas dasar kepedulian dan empati kami dari Tanah Amungsa untuk saudara-saudari di NTT," ujar Ketua Bidang Sosial dan Kemanusiaan Fomika, Yohanes Ayub Efendi, saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Yohanes menyebutkan sedikitnya 30 hingga 40 musisi terlibat langsung dalam aksi penggalangan dana tersebut.
Bagi Fomika, panggung bermusik tidak boleh berhenti pada ruang-ruang hiburan semata, tetapi harus menjadi instrumen penggerak solidaritas sosial.
Respons warga Mimika di jalanan pun terbilang hangat. Dari aksi yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut, Fomika berhasil mengumpulkan dana taktis sebesar Rp5.000.000.
Yohanes menekankan bahwa setiap rupiah yang disumbangkan warga sangat bermakna bagi penanganan dampak gempa di daerah terdampak.
"Sumbangan seribu atau dua ribu rupiah dari warga Mimika sangat berharga. Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat yang mau berbagi," kata Yohanes.
Guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penyaluran, seluruh dana yang terkumpul pada hari itu langsung diserahkan sepenuhnya kepada Ikatan Kerukunan Flobamora (IKT).
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan pada Sabtu sore di posko induk penanggulangan bencana IKT yang bertempat di Lapangan Timika Indah.
Menanggapi potensi aksi lanjutan, Fomika menyatakan masih melakukan konsolidasi internal serta berkoordinasi dengan pengurus kerukunan daerah.
"Kami masih berkoordinasi dengan ketua kerukunan. Jika memungkinkan, aksi sosial serupa akan kembali kami gelar di titik lokasi yang berbeda," tuturnya.
Melalui aksi solidaritas ini, Fomika juga menyampaikan simpati serta doa bagi para korban gempa di NTT agar diberi ketabahan dan situasi darurat gempa susulan dapat segera berakhir. (*)
Editor : Agung Trihandono