CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Kepolisian Resor (Polres) Mimika resmi mengantongi dan membeberkan identitas sembilan warga sipil yang menjadi korban penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Aksi penyanderaan tersebut terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIT.
Seluruh korban diketahui berjenis kelamin perempuan, di mana mayoritas di antaranya masih berusia anak-anak dan remaja sekolah.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, mengonfirmasi bahwa daftar identitas korban didapatkan dari laporan keluarga korban serta personel kepolisian yang bertugas di lapangan.
“Kami telah menerima ya, nama-nama dari 9 korban yang informasinya disandera. Informasi dari anggota kami yang ada di Alama. Kita tidak akan pernah mengekspose ya,” ujar AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, Rabu
“Ada dan memang informasi mereka semua berjenis kelamin wanita,” imbuhnya.
Berikut daftar identitas sembilan korban penyanderaan di Distrik Jila:
1. Nemerina Wamang (17 tahun) – Hamil muda, warga Kampung Pilikogom.
2. Alin Mesawarol (Kelas 6 SD) – Warga Kampung Jila.
3. Nopi Aim (Kelas 4 SD) – Warga Kampung Jila.
4. Opinte Mesawaro (Kelas 3 SD) – Warga Kampung Jila.
5. Yotina Senawatme (18 tahun) – Warga Kampung Noema.
6. Meria Nibilingame (15 tahun) – Warga Kampung Pilikogom.
7. Wena Katagame (18 tahun) – Warga Kampung Bunaraigin.
8. Ilimin Onawame (18 tahun) – Warga Kampung Noema.
9. Miante Nibilingame (13 tahun) – Warga Kampung Bunaraigin.
Perlawanan Warga dan Jatuhnya Korban Jiwa
Berdasarkan laporan warga yang diterima Koramil 1710-05/Jila, aksi penyanderaan ini sempat memicu perlawanan dramatis dari warga setempat.
Dua orang ibu bertindak nekat menghalangi sekitar 15 anggota kelompok bersenjata saat hendak membawa pergi anak-anak perempuan mereka.
Namun, perlawanan tersebut direspons secara brutal oleh para pelaku. Seorang ibu dilaporkan meninggal dunia di tempat akibat luka parah di bagian perut setelah diterjang aksi kekerasan saat berupaya menyelamatkan putrinya. Jenazah korban kini telah dievakuasi warga untuk menjalani prosesi adat.
Sementara itu, seorang ibu lainnya mengalami luka berat berupa patah kaki setelah dilempar oleh pelaku ke dalam jurang. Korban selamat tersebut berhasil dievakuasi ke Kampung Pilikogom, Distrik Jila, guna mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, keberadaan sembilan perempuan yang dibawa lari oleh KKB masih belum diketahui.
Setelah mengonfirmasi kebenaran data korban, Polres Mimika langsung menyiapkan langkah taktis lanjutan, termasuk Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengerahan personil tambahan.
“Namun, untuk langkah-langkah berikutnya dari kami dari Polres, kami akan melakukan olah TKP sekaligus penebalan personel,” jelas Kapolres Mimika.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan satuan Brimob untuk memberikan dukungan pengamanan di wilayah konflik.
“Kami minta bantuan dari Batalyon Brimob untuk mem-backup rekan-rekan kami yang ada disana. Ini karena berkaitan dengan penerbangan juga, ya. Kemungkinan mungkin naik heli, ya. Ini kemungkinan hanya mungkin kami siapkan satu regu dari Batalyon B Brimob. Gitu,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa konfirmasi nama korban didapat setelah adanya kepastian laporan riil dari masyarakat.
“Laporan awal yang kami terima kemarin kan kami hanya mendengar informasinya dari mereka... eh, dari masyarakat itu ada penyanderaan. Namun, kami belum bisa meyakinkan atau memastikan itu benar-benar terjadi. Namun, hari ini kami sudah mendapatkan nama-nama yang diberikan oleh masyarakat terkait yang menjadi korban, warga yang dari... dari keluarga yang menjadi korban,” papar AKBP Alredo.
Ia membeberkan bahwa estimasi jumlah pelaku berdasarkan keterangan lapangan mencapai belasan orang. “Informasi yang kami dapat perkembangan di lapangan, ya, itu dilakukan oleh kurang lebih informasinya seputar 15 orang dari kelompok... yang dikatakan KKB.”
Saat ini, aparat keamanan gabungan TNI-Polri terus memperketat pengamanan di wilayah Distrik Jila guna mengantisipasi gangguan keamanan susulan serta mengumpulkan fakta-fakta tambahan untuk menyusun langkah penyelamatan para korban.
(*)
Editor : Lucky Ireeuw