CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Pertikaian yang dipicu pengaruh minuman keras berujung tragis di kawasan Wisma Pasifik, KM 10 Kadun Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (16/8/2026) dini hari.
Seorang pria berusia 45 tahun tewas setelah diserang menggunakan senjata tajam.
Keterangan kepolisian menyebutkan peristiwa bermula sekira pukul 02:30 WIT. Korban bersama rekan-rekannya tengah mengonsumsi minuman keras di dalam kamar milik seorang perempuan berinisial E.
Di tengah acara tersebut, seorang pria berinisial R berulang kali mendatangi kamar untuk mencari E.
Situasi memanas ketika R melontarkan kata-kata kasar hingga memicu pertengkaran kecil. Korban yang merasa terganggu lantas menegur dan sempat melayangkan pukulan ke arah R.
Tak terima dipukul, R meninggalkan lokasi dan kembali bersama rombongannya. Salah satu rekan R menerobos masuk dan menarik korban secara paksa ke luar kamar.
Cekcok mulut kembali pecah hingga pelaku menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam. Usai melancarkan aksinya, kelompok pelaku melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
Menerima laporan dari Bhabinkamtibmas sekira pukul 05:01 WIT, personel Polsek Mimika Timur yang dipimpin Iptu Alex Soumalena mendatangi lokasi. Petugas menyita sebilah benda tajam di TKP yang diduga kuat digunakan untuk membunuh korban.
Hanya dalam hitungan menit setelah penyisiran, polisi membekuk dua terduga pelaku yang berada dalam kondisi mabuk berat dengan pakaian bernoda darah, yakni M (49) dan W (44).
Keduanya langsung digiring ke Mapolsek Mimika Timur. Sementara itu, pria berinisial R yang diduga sebagai pemicu bentrok masih buron.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak, mengonfirmasi penangkapan cepat terhadap dua terduga pelaku dan meminta masyarakat memercayakan penuh proses hukum kepada kepolisian.
“Memang ada sebagian (pelaku) yang melarikan diri kita kejar, saya minta kalau tau pelaku di mana kasih tau kami biar kami yang amankan, dari pada dicari orang lain,” tegas Alredo.
Sementara itu, pascainsiden tersebut, pada Minggu siang keluarga korban sempat memblokade Jalan Budi Utomo.
Asap hitam pekat mengepul dari kobadan api ban bekas yang dibakar bersamaan dengan sejumlah kayu membuat situasi terasa dramatis.
Situasi ini membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total. Namun, pendekatan kepolisian berhasil meredam amarah massa. Pukul 14.52, akses Jalan Budi Utomo akhirnya kembali dibuka. Arus lalu lintas kembali berjalan normal. (*)
Editor : Elfira Halifa