Peringati Perjanjian New York, Ribuan Massa KNPB Timika Gelar Long March Menuju Kantor DPRK Mimika

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:25 WIB
Massa aksi saat melintasi Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Massa aksi saat melintasi Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Ribuan massa dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika menggelar aksi demonstrasi damai dengan melakukan long march melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026) pagi.


Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati momen sejarah Perjanjian New York (New York Agreement) yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan Belanda di Markas Besar PBB pada 15 Agustus 1962 silam. 


Perjanjian tersebut menjadi tonggak sejarah peralihan administrasi wilayah Papua Barat (Irian Barat) dari Belanda ke Indonesia melalui badan sementara PBB, UNTEA.


Berdasarkan pantauan, massa aksi mulai berkumpul di titik awal Bundaran Timika Indah sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, massa kemudian bergerak jalan kaki (long march) menyusuri Jalan Budi Utomo hingga Jalan Cenderawasih dengan tujuan akhir ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRK) Mimika. Massa berencana menyampaikan aspirasi serta menduduki gedung wakil rakyat tersebut secara damai.


Aksi berjalan tertib dan teratur dengan pembagian barisan yang terkoordinasi. Di barisan paling depan, massa tampak membentangkan sejumlah spanduk besar dan membawa pengeras suara (megafon) untuk menyuarakan orasi. 


Beberapa orator berorasi secara bergantian mengarahkan barisan. Di belakang barisan pejalan kaki, tampak pula konvoi massa yang menggunakan sepeda motor mengekor dengan pengawalan pembatas tali pembatas (barikade internal).


Suasana di lapangan diwarnai dengan pengibaran bendera merah KNPB serta atribut-atribut massa lainnya. Di samping itu, terlihat juga bendera Merah Putih terpasang di tiang-tiang sepanjang jalan protokol yang dilintasi massa.


Pesan dan Isu dalam Spanduk Utama
Dalam aksi ini, peserta membentangkan beberapa spanduk besar yang memuat pernyataan sikap dan tuntutan isu politik serta kemanusiaan, antara lain:
1. Spanduk Identitas dan Isu Utama: "KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT ( KNPB ) WILAYAH TIMIKA BERSAMA RAKYAT: PAPUA ZONA DARURAT MILITER DAN KEMANUSIAAN - MEDAN JUANG TIMIKA 2026"
2. 2. Spanduk Tuntutan Referendum: Spanduk putih berukuran besar bertuliskan "REFERENDUM" dengan logo KNPB.
3. 3. Spanduk Isu Hukum/Kemanusiaan: Spanduk putih dengan tulisan "SEGERA TAHU! Pas... PGB No. 1752 Yang Mengubah Perjanjian New York 15 Agustus 1962; Tentang, Hak Perorangan Masih Berarti" disertai logo KNPB. 
4. 4. Spanduk Kemanusiaan / Himbauan: Spanduk berwarna merah-putih bertuliskan "Save Our Souls = Selamatkan Jiwa-Jiwa Kami".

Selama berlangsungnya long march, aksi massa ini mendapatkan pengawalan dan pengamanan ketat dari pihak kepolisian guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menjaga kelancaran lalu lintas di sepanjang jalur yang dilalui. 


Personel yang diturunkan terdiri dari anggota Polres Mimika serta Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah.


Hingga berita ini diturunkan, massa masih melanjutkan perjalanan menuju Gedung DPRK Mimika dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
(*)

Editor : Weny Firmansyah
mimika KNPB Polres Mimika