Kala Mama-Mama Papua Terasing di Pasar Sentral Timika

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Sejumlah mama-mama Papua yang berdagang di Pasar Sentral Timika. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Sejumlah mama-mama Papua yang berdagang di Pasar Sentral Timika. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Langit mendung berpayung kelabu menggelayut di atas Pasar Sentral Timika, Mimika, Papua Tengah. Di balik deretan tiang beton yang kokoh namun lengang, sejumlah mama-mama Papua duduk bersimpuh di pelataran lantai yang dingin. 

Di hadapan mereka, tumpukan ubi, ikat-ikat sayuran segar, rempah-rempah, hingga buah-buahan tersusun rapi menanti setitik asa dari langkah pembeli yang tak kunjung mampir.

Gemuruh roda kendaraan yang sesekali melintas di jalanan beton depan pasar seolah hanya menjadi angin lalu, tanpa pernah benar-benar berhenti untuk menepi ke lapak mereka.

Kondisi tersebut menyajikan kontras yang tajam ketika menengok ke seberang jalan. Hanya berjarak beberapa meter tepat di hadapan mereka, riak aktivitas ekonomi tampak berdenyut lebih kencang. 

“Kita berdagang buat cari seribu dua ribu untuk dibawa pulang. Kita datang ke sini naik ojek, bayar, pulang juga bayar ojek, tapi dagangan kadang laku, kadang-kadang tidak juga,” ujar salah seorang mama yang enggan menyebut namanya. 

Sementara itu, lapak-lapak pedagang pengecer yang mayoritas merupakan warga pendatang dijejali lalu-lalang pembeli dan transaksi yang riuh. 

Kesibukan di seberang seolah menjadi cermin retak bagi mama-mama Papua yang harus menelan kenyataan pahit berada di tanah sendiri, namun dagangan mereka sepi peminat.

Ketimpangan lanskap ekonomi lokal di Pasar Sentral Timika ini bukan sekadar urusan sepi dan ramainya pembeli, melainkan cerminan dari persoalan tata kelola serta akses pasar yang belum berpihak secara merata. 

Di tengah bentangan bangunan pasar yang megah, asa mama-mama Papua untuk membawa pulang rupiah kini harus bersaing ketat dengan dinginnya lantai beton dan pekatnya langit sore Timika. (*)

Editor : Elfira Halifa
mimika PASAR