CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Janji manis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) aman di atas kertas berbanding terbalik dengan kenyataan di jalan raya.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter kembali menyergap hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di dalam Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Pantauan di lapangan pada Selasa (4/8/2026), menunjukkan kelangkaan semu yang memicu antrean panjang ini belum juga terurai.
Kondisi mengerikan saban hari itu tidak hanya melibatkan deretan truk dump, minibus, dan angkutan kota, tetapi juga merembet ke lajur khusus kendaraan roda dua.
Di SPBU SP 2, kemacetan parah tak terelakkan. Antrean kendaraan meluber mulai dari Simpang Lima Awalin hingga melampaui area SPBU. Badan jalan menyempit, membuat arus lalu lintas dari dan menuju pusat kota tersendat.
Kondisi serupa terlihat di SPBU SP 3. Deretan kendaraan mengekor panjang mulai dari depan gerbang keluar Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika hingga mencapai area stasiun pengisian.
Seorang pengemudi minibus, Andi, mengaku terpaksa berburu BBM sejak subuh demi mendapatkan posisi depan. Namun, usahanya tetap tak sebanding dengan gelombang kendaraan yang datang melimpah.
“Kalau datang jam begini nanti kita antri di paling belakang sana,” katanya saat ditemui di tengah barisan antrean.
Meski sudah datang sejak pagi buta, Andi tetap terlempar ke posisi tengah. Hanya dalam hitungan menit, ekor antrean di belakangnya sudah memanjang.
Keluhan Andi menyuarakan keresahan mayoritas warga Mimika. Para pengendara mulai mempertanyakan efektivitas distribusi dan transparansi kuota BBM.
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah Mimika dan Pertamina tidak sekadar melempar klaim stok aman, melainkan turun ke lapangan membenahi sistem pelayanan dan mengawasi dugaan kebocoran distribusi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait untuk menyikapi persoalan tersebut.
(*)
Editor : Abdel Gamel Naser