CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — PT PELNI (Persero) menghentikan sementara operasional dua armada kapalnya, KM Sirimau dan KM Tatamailau, karena sedang menjalani perawatan dok (docking) rutin tahunan.
Langkah ini dilakukan untuk memenuhi standar keselamatan pelayaran internasional.
Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, menyatakan perawatan berkala ini merupakan prosedur wajib untuk memastikan kelaikan laut seluruh armada sebelum kembali melayani mobilisasi masyarakat.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kapal-kapal kami menjalani dok rutin karena ini merupakan kewajiban mutlak internasional. Standar keselamatan kapal penumpang PELNI tidak hanya mengacu pada aturan nasional, tetapi sudah memenuhi standar internasional,” ujar Sigit, Senin, 15 Juni 2026.
Kedua kapal tersebut dijadwalkan kembali beroperasi melalui Pelabuhan Pomako pada Juli 2026 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa liburan sekolah hingga Agustus mendatang.
Untuk mengoptimalkan pelayanan di wilayah Timika selama periode liburan, PELNI menyiagakan total empat armada. Armada tersebut terdiri dari tiga kapal penumpang Public Service Obligation (PSO) dan satu kapal tol laut.
“Secara total ada empat kapal yang melayani wilayah Timika, rinciannya tiga kapal PSO dan satu kapal subsidi tol laut,” tegasnya.
Kapal yang disiapkan meliputi KM Sirimau, KM Tatamailau, KM Nggapulu, dan kapal tol laut Sabuk Nusantara 75.
Sebagai bentuk fleksibilitas pelayanan sebelumnya, kapal Sabuk Nusantara 75 sempat dialihkan untuk melayani rute Poumako–Karas guna mengangkut pendeta dan jemaat kegiatan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.
Selain kesiapan musim libur sekolah, Pelni juga mulai mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru. Perusahaan berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah setempat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar ada tambahan kapal yang melayani Pelabuhan Pomako saat momen Natal dan Tahun Baru nanti,” ujarnya.
(*)