Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Ini Alasan Miras Ilegal Sulit Diberantas di Mimika, Ternyata Jalur Peredaran Ini yang Sering Dipakai 

Wahyu Welerubun • Senin, 15 Juni 2026 | 20:22 WIB
 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan Polisi dan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. ( CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan Polisi dan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. ( CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Mimika masih menjadi momok yang sulit dibendung. 

Dua pintu masuk utama, yakni Pelabuhan Laut Pomako dan Bandar Udara Mozes Kilangin menjadi jalur utama pasokan barang haram tersebut.

Hal ini ditegaskan oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Menurut mantan Kapolres Mimika ini, pola peredaran miras di wilayah tersebut tidak banyak berubah sejak satu dekade lalu.

"Dua tempat ini saja yang jadi peredaran utama. Kalau kita larang total, mungkin agak sulit karena kejahatan ini sudah ada sejak manusia ada di bumi. Yang perlu kita lakukan adalah meminimalisir," kata Jermias di Mapolres Mimika, Senin (15/6/2026).

​Untuk menekan angka peredaran, Jermias mendesak adanya sinergi nyata antara kepolisian, TNI, Satpol PP, Pemerintah Daerah, hingga DPR Kabupaten Mimika melalui operasi bersama secara berkala.

Alihkan Pengangguran ke Lapangan Olahraga
​Selain penegakan hukum, jenderal bintang satu ini menyoroti akar masalah sosial di Mimika, yakni tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda yang berujung pada konsumsi miras dan tindakan kriminal.

Sebagai langkah taktis, Jermias tengah gencar mendorong Pemda Mimika untuk memperbanyak ruang aktivitas positif, salah satunya melalui kompetisi olahraga. 

Saat ini, pihak polda mengklaim telah menginisiasi tiga turnamen mini soccer dari tingkat SD hingga SMA.

"Saya berharap Pemda memikirkan event tingkat daerah, mungkin pekan olahraga kabupaten. Buat anak-anak ini sibuk dengan kegiatan positif agar konsentrasi mereka terpecah dari hal-hal negatif," ujarnya.


Merespons pernyataan Kapolda, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong tidak menampik bahwa wilayahnya kini menjadi pasar empuk bagi sindikat miras ilegal, terutama yang diselundupkan melalui jalur laut.

​Emanuel mengakui, pemerintah daerah selama ini kurang memberikan wadah bagi ekspresi dan bakat generasi muda, sehingga memicu luapan emosi yang tidak terkontrol di ruang publik.

"Kami sadar, aktivitas negatif anak muda sekarang terjadi karena bakat mereka tidak tersalurkan dengan baik," aku Emanuel.

Dampak dari tidak terkelolanya energi kepemudaan ini, lanjut Emanuel, mulai merembet ke persoalan sosial lain. 

Ia menyoroti maraknya aksi vandalisme di fasilitas umum yang merusak estetika wilayah Kota Timika hingga peredaran obat-obatan terlarang.

​Atas dasar itu, Emanuel berjanji akan segera membawa catatan dan arahan Kapolda Papua Tengah ini untuk dikoordinasikan langsung dengan Bupati Mimika.

"Kita mohon dukungan terus untuk kolaborasi. Sinergisitas pemberantasan ini harus ditingkatkan secara bersama sehingga jalan seirama dan terpadu," pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#minuman keras #MIRAS #Ceposonline.com #Mimi