Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Kebakaran Gereja di Mimika Diduga Berawal dari Lilin yang Lupa Dipadamkan

Wahyu Welerubun • Kamis, 28 Mei 2026 | 08:45 WIB
Kebakaran Gereja di Mimika Diduga Berawal dari Lilin yang Lupa Dipadamkan.
Kebakaran Gereja di Mimika Diduga Berawal dari Lilin yang Lupa Dipadamkan.

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Poumako Timika mengungkap penyebab kebakaran yang melanda Gereja Katolik Santo Petrus di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (27/5/2026) malam.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19:00 WIT dan menghanguskan bangunan gereja yang sebagian besar berbahan kayu.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Iptu Fits Gerald Nanlohy mengungkapkan bahwa Gereja Katolik dengan konstruksi kayu itu diduga akibat lilin ibadah yang lupa dipadamkan. 

“Dalam ibadah itu ada pembakaran lilin. Setelah ibadah selesai, jemaat diduga lupa memadamkan lilin tersebut. Lilin kemudian meleleh dan memicu api, sementara bangunan gereja yang berbahan papan dan dalam kondisi kering membuat api cepat merembet,” jelas Iptu Fits Gerald Nanlohy saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Kapolsek menyebutkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun demikian, dirinya belum dapat memberikan keterangan terkait total kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran itu.

Sebelumnya diberitakan bahwa Gereja Katolik Santo Fransiskus Poumako terjadi sekira pukul 19:00 WIT.

Peristiwa itu diduga terjadi sesaat setelah jemaat menyelesaikan ibadah malam yang dimulai sejak pukul 18:00 WIT.

Meski tidak ada korban luka maupun korban jiwa, upaya pemadaman menghadapi kendala geografis dan sosial. 

Jarak yang jauh membuat armada pemadam kebakaran terlambat tiba di lokasi kejadian. Keterlambatan tersebut memicu frustrasi di kalangan warga sekitar.

Ketika armada pemadam kebakaran akhirnya tiba, massa yang tidak sabar menolak bantuan petugas dan menghadang armada tersebut.

“Mobil pemadam tadi turun, perjalanan jauh, masyarakat tidak sabaran jadi mobil tiba mereka suruh balik, mereka palang,” imbuhnya.

Menurutnya, armada pemadam sebenarnya masih bisa membantu melokalisasi api agar tidak meluas ke bangunan lain, karena struktur gereja masih dalam kondisi terbakar dan belum sepenuhnya rata dengan tanah saat petugas tiba.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan seluruh sumber api, seperti lilin atau kompor, telah padam sepenuhnya setelah melakukan aktivitas kelompok guna mencegah insiden serupa di masa mendatang. (*)

Editor : Elfira Halifa
#kebakaran #mimika #Ceposonline.com