Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Bupati Sebut Ada Oknum Yang Ingin Hubungannya Dengan Wabup Mimika Retak

Wahyu Welerubun • 2026-03-30 13:21:28

 

Bupati Johannes Rettob berbincang dengan pimpinan OPD usai apel gabungan OPD perdana pasca libur Lebaran, di Lapangan Kantor Puspem, Senin (30/3/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Bupati Johannes Rettob berbincang dengan pimpinan OPD usai apel gabungan OPD perdana pasca libur Lebaran, di Lapangan Kantor Puspem, Senin (30/3/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, angkat bicara mengenai gelombang unjuk rasa terkait perombakan jabatan (rolling jabatan) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika yang sempat memicu kontroversi.

Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa ada pihak yang sengaja membuat retak hubungannya dengan Wakil Bupati.

"Niatnya untuk memecah belah saya dengan bupati, seolah-olah semua keputusan itu saya dan wakil bupati tidak tahu apa-apa," tegas Bupati saat memimpin apel gabungan OPD di Lapangan Kantor Puspem, Senin (30/3/2026).

Bupati mencium adanya pola lama yang sengaja dimainkan oleh oknum tertentu untuk menciptakan instabilitas di internal pemerintahan.

Ia bahkan mengklaim telah mengantongi sejumlah nama yang diduga menjadi dalang di balik gerakan tersebut.

"Ini pemain-pemain lama yang biasa kasih perang bupati sama wakil. Saya yakin pasti ada dan mungkin ada di antara kamu. Mudah-mudahan tidak, mudah-mudahan di luar kalian. tapi saya sudah curiga ada beberapa nama yang saya dapat, hati-hati. Pemain-pemain lama, biasa. Mungkin istilahnya belum move on," ungkapnya.

Menepis tudingan adanya intervensi pihak ketiga, Johannes Rettob menjamin bahwa seluruh proses mutasi dan penetapan jabatan berada di bawah kendali langsung kepala daerah melalui sistem digital yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Bupati tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. Akun dari BKN saya pegang sendiri, jadi saya usulkan dan kirimkan nama-nama ke BKPSDM supaya mereka input di sistem, dan saya cek dulu sebelum upload," jelasnya.

Menurut Bupati, jika muncul kendala dalam pelantikan, hal itu murni disebabkan oleh permasalahan administratif pada sistem MyASN, seperti ketidaksinkronan riwayat karier atau dokumen pangkat yang belum terunggah, bukan karena faktor politis.

Menutup arahannya, ia meminta para ASN untuk tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh oleh isu liar.

Bupati memastikan setiap kebijakan strategis, termasuk urusan kepegawaian, selalu dikonsultasikan bersama Wakil Bupati.

"Bapak ibu, jangan curiga, semua itu ada di tangan saya, hasilnya saya diskusi dengan wakil bupati, kemudian kita usulkan melalui BKPSDM.Tetapi sebelumnya harus dikirim ke akun saya dulu. Kalau benar saya upload, kalau salah saya suruh ganti," terangnya.

Pesan tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa nakhoda pemerintahan Mimika tetap solid di tengah sorotan publik pasca-libur Lebaran. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Papua Tengah #mimika #Ceposonline.com #Johannes Rettob