CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Dinas Perikanan Kabupaten Merauke berupaya membuka akses pasar bagi produk unggulan daerah yang dihasilkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Merauke.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merauke, Leunard Rumbekwan, mengatakan pihaknya tengah membangun sinergi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Kerja sama lintas OPD tersebut diarahkan untuk membuka jalur pemasaran produk unggulan daerah, khususnya produk diversifikasi maupun produk olahan berbahan baku ikan yang dihasilkan para pelaku usaha perikanan.
Menurut Leunard, pihaknya berharap produk-produk perikanan lokal tidak harus dipasarkan jauh ke luar daerah, tetapi bisa terserap oleh pasar yang tersedia di Merauke.
Salah satu peluang yang sedang dijajaki adalah menjadikan perusahaan-perusahaan kelapa sawit sebagai mitra pemasaran produk perikanan lokal, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi karyawan perusahaan.
Dengan demikian, program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dapat diarahkan untuk memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal melalui penyerapan dan pemasaran produk unggulan daerah sektor perikanan.
"Kami mendorong peningkatan produksi pelaku usaha, tetapi kalau akses pasar belum disiapkan, itu juga menjadi masalah bagi kami," kata Leunard Rumbekwan ada Bimtek Kewirausahaan dan akses permodalan kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Komisi IV DPR RI di Merauke, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Bappeda untuk menginisiasi pertemuan lintas OPD bersama sejumlah perusahaan yang berpotensi menjadi pembeli sekaligus menampung produk perikanan lokal.
Melalui langkah tersebut, diharapkan terbentuk rantai pemasaran dan logistik yang menghubungkan pelaku usaha perikanan dengan perusahaan sebagai konsumen tetap.
Selain persoalan pemasaran, Dinas Perikanan Merauke juga menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
Leunard mencontohkan, beberapa kampung di wilayah Kwel, Tanas dan Muting telah didorong menjadi pemasok ikan bagi perusahaan kelapa sawit di kawasan Muting, termasuk perusahaan yang berada di wilayah Eligobel dan Ulilin. Namun, tingginya permintaan belum mampu diimbangi dengan produksi masyarakat setempat.
.
Menurut dia, produksi ikan yang tersedia baru sekitar 100 kilogram per bulan, sementara kebutuhan perusahaan mencapai 400 hingga 500 kilogram per bulan.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang pasar bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mendorong peningkatan produksi melalui pendampingan, penyediaan sarana dan prasarana, serta fasilitas pendukung produksi, termasuk benih dan pakan.
"Permintaan pasar dari perusahaan cukup tinggi, tetapi produksi kita masih terbatas. Karena itu, kami berupaya memberikan pendampingan agar produksi masyarakat bisa meningkat dan memenuhi kebutuhan pasar," jelasnya.
Di sisi lain, persoalan permodalan juga masih menjadi kendala bagi pelaku usaha perikanan untuk mengembangkan kapasitas produksinya.
Dengan demikian, Dinas Perikanan Merauke berharap sinergi lintas OPD, dukungan perbankan dan keterlibatan perusahaan dapat menjadi solusi untuk memperkuat rantai usaha perikanan lokal, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Upaya ini sekaligus diharapkan meningkatkan pendapatan nelayan dan pelaku UMKM perikanan serta memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Merauke. (*)
Editor : Agung Trihandono