Operasi Modifikasi Cuaca di Papua Selatan Libatkan Lintas Instansi, Akan Dilaksanakan Sampai Pekan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:50 WIB
Kolaborasi antara Lanud JA Dimata, BPBD, BMKG, menggunakan pesawat PK-SCG milik PT Smart Cakrawala Aviation dengan bahan semai natrium klorida (NaCl) untuk operasi modifikasi cuaca di Merauke. (CEPOSONLINE.COM/PEN LANUD JA DIMARA)
Kolaborasi antara Lanud JA Dimata, BPBD, BMKG, menggunakan pesawat PK-SCG milik PT Smart Cakrawala Aviation dengan bahan semai natrium klorida (NaCl) untuk operasi modifikasi cuaca di Merauke. (CEPOSONLINE.COM/PEN LANUD JA DIMARA) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) J.A. Dimara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Baseops Lanud J.A. Dimara, Merauke, Kamis (22/10/2026).


 Operasi ini dilakukan untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih mengancam wilayah Papua Selatan.


Dalam pelaksanaan operasi tersebut, satu sorti penerbangan penyemaian awan telah dilakukan menggunakan pesawat PK-SCG milik PT Smart Cakrawala Aviation dengan bahan semai natrium klorida (NaCl).


Penyemaian awan dilakukan berdasarkan hasil analisis cuaca, potensi pertumbuhan awan, serta sebaran titik panas di wilayah sasaran. 


Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan untuk membantu mengatasi kondisi kering yang memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan.


Berdasarkan data BMKG, terdeteksi sebanyak 839 titik panas di wilayah Papua Selatan. Dari jumlah tersebut, 59 titik masuk kategori rendah, 631 titik kategori sedang, dan 149 titik kategori tinggi.


Kondisi cuaca yang relatif kering, ditambah nihilnya curah hujan dalam 24 jam terakhir, menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla.

 
Karena itu, pelaksanaan penyemaian awan difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan penerbangan.


Komandan Lanud J.A. Dimara melalui Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud J.A. Dimara, Letkol Pas Subhan, M.Han., menegaskan, keterlibatan TNI AU dalam operasi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam penanggulangan Karhutla di Papua Selatan.


Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran, sekaligus memperkuat upaya penanganan bencana yang membutuhkan koordinasi berbagai pihak.


Sementara itu, Koordinator Lapangan PT Smart Cakrawala Aviation, Fais Ramadhan, menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca dijadwalkan berlangsung pada Kamis - Senin pekan depan (22–26 Oktober 2026).


Pelaksanaan penerbangan akan menyesuaikan hasil analisis dan pemantauan kondisi atmosfer. Koordinasi antarpihak, kesiapan pesawat, serta ketersediaan bahan semai menjadi faktor penting untuk menunjang efektivitas operasi tersebut.


Melalui kolaborasi Lanud J.A. Dimara, BNPB, BMKG, dan PT Smart Cakrawala Aviation, Operasi Modifikasi Cuaca diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah Papua Selatan, sehingga membantu mengurangi risiko dan dampak Karhutla yang saat ini menjadi perhatian bersama.(*)

Editor : AdminDua
Merauke lanud