CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Lahan pertanian yang disiapkan untuk pelaksanaan panen raya bersama Presiden Republik Indonesia di Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, ikut terdampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut.
Dari sekitar 1.000 hektare lahan yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung kegiatan panen raya tersebut, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan, hanya puluhan hektare yang dilaporkan berhasil ditanami dan tumbuh. Itu pun pertumbuhannya dinilai kurang maksimal akibat terbatasnya ketersediaan air.
Kondisi ini menjadi perhatian karena lahan di Wanam sebelumnya dipersiapkan untuk mendukung agenda panen raya yang direncanakan melibatkan Presiden RI. Namun, kondisi cuaca yang belum mendukung membuat perkembangan tanaman di kawasan tersebut belum sesuai harapan.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan, Paino, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kondisi kekeringan yang terjadi di Wanam. Meski demikian, dirinya mengaku belum melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini tanaman maupun potensi hasil panen.
“Memang sekitar 1.000 hektare di Wanam yang disiapkan, tetapi kondisi sekarang sedang musim kering. Saya juga belum cek ke sana, tetapi informasi dari sana bahwa kering. Soal apakah bisa dipanen atau tidak, kami belum mendapat informasi. Namun, mudah-mudahan bisa dipanen,” kata Paino saat dihubungi media ini melalui telepon selulernya, Kamis (22/10/2026).
Paino menjelaskan, musim kemarau yang berlangsung cukup panjang telah berdampak terhadap lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke. Kekurangan air menjadi salah satu kendala bagi pertumbuhan tanaman, termasuk pada lahan yang disiapkan di Wanam.
Informasi yang diterima pihaknya menyebutkan, dari hamparan lahan yang direncanakan mencapai 1.000 hektare tersebut, hanya sebagian kecil yang dapat ditanami dan menunjukkan pertumbuhan tanaman. Kondisi tanaman yang tumbuh pun belum maksimal sehingga potensi hasil panen masih perlu dipastikan melalui pengecekan langsung di lapangan.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa upaya menyiapkan lahan pertanian untuk mendukung kegiatan panen raya tidak terlepas dari tantangan kondisi alam. Ketersediaan air menjadi faktor penting, terutama ketika musim kemarau berkepanjangan menyebabkan lahan mengalami kekeringan.
Karena itu, kepastian mengenai luasan tanaman yang dapat dipanen serta hasil produksi yang berpotensi diperoleh di Wanam masih menunggu laporan lebih lanjut dari lapangan.
Di sisi lain, terkait kepastian kunjungan Presiden RI ke Merauke untuk menghadiri kegiatan panen raya sebagaimana rencana yang sebelumnya disiapkan, Paino mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan khusus dari pemerintah pusat.
Menurut dia, jajaran dinas terkait masih bersiaga sembari menunggu informasi resmi mengenai agenda tersebut.
“Kita masih menunggu. Masih stand by,” tandasnya.
Belum adanya kepastian mengenai jadwal kunjungan Presiden, ditambah kondisi lahan yang dilaporkan mengalami kekeringan, membuat perkembangan persiapan panen raya di Wanam masih perlu dicermati.
Pemerintah daerah masih menunggu perkembangan lebih lanjut, baik mengenai agenda kunjungan Presiden maupun kondisi riil tanaman di lokasi yang disiapkan.(*)
Editor : Elfira Halifa