Perbankan dan Dunia Usaha Perlu Terlibat Pencegahan Stunting

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:53 WIB
penyerahan bantuan pangan kepada keluarga beresiko stunting secara simbolis pada peluncuran program Sahabat Sehat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Merauke, Rabu (21/10/2026) 

(CEPOSONLINE.COM/SULO)
penyerahan bantuan pangan kepada keluarga beresiko stunting secara simbolis pada peluncuran program Sahabat Sehat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Merauke, Rabu (21/10/2026)  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, mengajak perbankan, pelaku usaha, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menurut Fauzun, persoalan stunting tidak sekadar berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menyangkut kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah dan dinas teknis.

“Ketika kita berbicara tentang stunting, kita tidak hanya berbicara mengenai anak yang tidak tumbuh dengan baik, tidak tinggi, atau tidak sehat. Kita berbicara tentang masa depan generasi emas kita,” kata Fauzun saat meluncurkan program Sahabat Sehat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Merauke, Rabu (21/10/2026) 

Fauzun menegaskan, perbankan tidak hanya memiliki peran sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap keluarga yang berisiko stunting.

“Penanganan stunting bukan hanya menjadi tugas bupati, wakil bupati, atau dinas terkait, tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Termasuk para pelaku usaha dan perbankan yang memiliki peran untuk turut serta dalam mencegah stunting,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Fauzun mengungkapkan bahwa target keluarga berisiko stunting di Kabupaten Merauke pada 2026 yang ditetapkan sebanyak 372 keluarga. Namun, melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, capaian program disebut telah menjangkau 446 keluarga.

“Kalau 2026, sebagaimana yang ditentukan oleh BKKBN Papua, target kita kurang lebih 372 keluarga. Tetapi ternyata kita bisa memenuhi sampai 446. Capaian ini juga berkat dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai mitra, yang dinilai turut merespons upaya kolaborasi dalam pencegahan stunting. 

Di sisi lain, Fauzun mengakui bahwa pendataan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Merauke masih perlu dituntaskan hingga tingkat kampung. Hal ini penting agar pemerintah dapat memastikan seluruh keluarga yang membutuhkan intervensi memperoleh perhatian secara merata.

“Keluarga berisiko stunting ini juga belum tuntas kita data dari kampung ke kampung. Mungkin yang terdata hari ini adalah mereka yang masih dalam jangkauan kita. Tetapi bagaimana dengan anak-anak kita yang berada di distrik dan wilayah yang jauh? Apakah mereka sudah tersentuh atau belum? Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya.

Menurutnya, keterbatasan jangkauan pendataan menjadi tantangan yang harus diatasi melalui kerja sama antara pemerintah daerah, aparat distrik, pemerintah kampung, kader kesehatan, dan berbagai pihak yang memiliki akses langsung kepada masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Merauke memiliki komitmen untuk mendorong upaya menuju zero stunting. Namun, pencapaian tersebut memerlukan koordinasi yang kuat, pendataan yang akurat, serta intervensi yang berkesinambungan.


Ia berharap kader PKK juga terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme, sekaligus aktif menyampaikan temuan di lapangan kepada pemerintah maupun dinas terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

Di akhir sambutannya, Fauzun kembali mengajak seluruh perbankan, perusahaan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam upaya tersebut.

“Kerja sama ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Untuk menyelamatkan generasi emas kita, kolaborasi ini harus terus kita lakukan,” tandasnya.

Ia berharap sinergi lintas sektor dapat semakin memperluas jangkauan program pencegahan stunting hingga ke kampung-kampung, sehingga anak-anak di Kabupaten Merauke memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Merauke Ceposonline.com stunting PAPUA SELATAN