CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Sempat mengalami penurunan akibat hujan di sejumlah wilayah, jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Papua Selatan kembali meningkat signifikan dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan rekapitulasi pemantauan terakhir, tercatat sebanyak 2.618 titik panas di empat kabupaten di wilayah Papua Selatan.
Prakirawan BMKG Merauke, Yunita, menjelaskan bahwa penurunan jumlah titik panas pada pekan sebelumnya terutama terjadi di Kabupaten Mappi, menyusul hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Merauke yang hingga saat ini belum mendapatkan hujan.
“Untuk dua hari terakhir, jumlah titik panas kembali meningkat signifikan, sekitar 2.000 sampai 3.000 titik. Rekapitulasi hari kemarin sebanyak 2.618 titik,” jelas Yunita, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan data pemantauan tersebut, Kabupaten Merauke mencatat jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.911 titik. Disusul Kabupaten Boven Digoel sebanyak 569 titik, Kabupaten Mappi 123 titik, dan Kabupaten Asmat 15 titik.
Yunita menegaskan, angka tersebut merupakan hasil pemantauan melalui citra satelit. Karena itu, jumlah titik panas yang terdeteksi tidak serta-merta menggambarkan jumlah kejadian kebakaran yang benar-benar terjadi di lapangan.
“Untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, harus dilakukan verifikasi langsung. BMKG memantau melalui citra satelit, sedangkan titik panas tersebut perlu diverifikasi oleh tim di lapangan,” terangnya.
Asap Ganggu Penerbangan
Selain meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi asap juga berdampak terhadap aktivitas transportasi udara di sejumlah wilayah.
Yunita menyebutkan, terdapat laporan keterlambatan penerbangan di sekitar Okaba, Ewer, Timika, dan Mappi akibat jarak pandang (visibility) yang terganggu oleh asap.
Khusus di Mappi, jarak pandang dilaporkan berkisar satu hingga dua kilometer. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi yang diterima BMKG mengenai penutupan bandara akibat kondisi tersebut.
Merauke Berpotensi Hujan 22–25 Oktober
Di tengah peningkatan hotspot, BMKG memperkirakan terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah Papua Selatan selama sepekan ke depan. Hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering dan menekan risiko kebakaran, meskipun intensitas serta sebarannya tetap bergantung pada perkembangan cuaca.
Untuk Kabupaten Merauke, potensi hujan diperkirakan berupa hujan ringan pada 22–25 Oktober 2026.
Sementara itu, Kabupaten Asmat dan Mappi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada 20 Oktober. Adapun Kabupaten Boven Digoel diprakirakan berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang pada 23 dan 25 Oktober.
Prakiraan tersebut menjadi harapan bagi wilayah yang masih menghadapi kondisi kering dan peningkatan titik panas. Namun, masyarakat tetap perlu waspada dan menghindari pembakaran hutan maupun lahan untuk mencegah meluasnya karhutla.
BMKG juga mengingatkan bahwa data hotspot perlu dipahami sebagai indikasi berdasarkan pemantauan satelit yang membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi kebakaran sebenarnya.(*)
Editor : Agung Trihandono