CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Merauke menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi guru untuk meninggalkan tempat tugas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, menegaskan seluruh guru harus tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai penempatan masing-masing, termasuk mereka yang mengabdi di wilayah dengan keterbatasan akses air bersih.
“Saya sudah sampaikan kepada seluruh guru untuk tidak meninggalkan tempat tugas,” kata Romanus Kande Kahol kepada Ceposonline.com, baru-baru ini.
Menurut Romanus, musim kemarau merupakan kondisi yang saat ini turut dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Merauke.
Keterbatasan air bersih bukan hanya menjadi persoalan bagi para guru, tetapi juga dihadapi oleh warga yang tetap berusaha bertahan dan menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah situasi tersebut.
Karena itu, ia meminta para guru untuk tetap menunjukkan komitmen dan tanggung jawab sebagai tenaga pendidik.
Menurutnya, tugas guru tidak hanya sebatas mengajar di dalam kelas, tetapi juga memastikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menegaskan, keberadaan guru di tempat tugas sangat penting untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.
Apabila guru meninggalkan tempat tugas tanpa alasan dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut berpotensi mengganggu pelayanan pendidikan, terutama bagi siswa yang membutuhkan pendampingan dan pembelajaran secara rutin.
Romanus memahami bahwa kondisi lingkungan yang semakin kering dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terlebih bagi guru yang bertugas di wilayah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kebutuhan dasar.
Meski demikian, ia berharap seluruh guru dapat menyikapi kondisi tersebut dengan bijaksana dan tidak mengambil keputusan untuk meninggalkan tugas secara sepihak.
“Bagi yang coba meninggalkan tempat tugas, tentu gaji tidak dibayarkan,” tandasnya.
Pernyataan tersebut, lanjutnya, menjadi peringatan bagi seluruh guru agar tidak mengabaikan kewajiban hanya karena menghadapi kesulitan selama musim kemarau.
Ia berharap para guru tetap mengutamakan pelayanan pendidikan dan menjaga kedisiplinan dalam menjalankan tugas di wilayah penempatan masing-masing.
Romanus juga berharap seluruh tenaga pendidik dapat terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan siswa, sehingga kondisi cuaca dan keterbatasan air bersih tidak serta-merta menghambat pelaksanaan kegiatan pendidikan.(*)
Editor : Elfira Halifa