CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak paparan asap yang terjadi di sejumlah wilayah.
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengatakan Merauke menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik api yang cukup banyak.
Kondisi tersebut dipengaruhi kekeringan dan musim kemarau panjang yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik secara alami maupun akibat faktor lainnya.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi lintas sektoral bersama instansi vertikal untuk membahas langkah penanganan karhutla, termasuk kemungkinan penetapan status darurat bencana.
Penetapan status tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran dan paparan asap.
Selain penanganan titik api, Pemkab Merauke juga menaruh perhatian terhadap dampak kekeringan yang mulai membatasi ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah.
Informasi dari setiap distrik diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan dan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Di sisi lain, Pemkab Merauke juga berharap adanya dukungan pemerintah pusat melalui rekayasa cuaca atau hujan buatan untuk membantu memadamkan titik api dan mengurangi dampak kekeringan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan karhutla sekaligus mengurangi paparan asap yang berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. (*)
Editor : Elfira Halifa