Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Papua Selatan Tampung 50 Anak

Yulius Sulo • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:11 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat meninjau bagian dalam asrama Pelajar mahasiswa Pdt Oktavianus Noya, seusai diresmikan, Selasa (13/10/2026) 

(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat meninjau bagian dalam asrama Pelajar mahasiswa Pdt Oktavianus Noya, seusai diresmikan, Selasa (13/10/2026)  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membangun asrama pelajar dan mahasiswa putra dengan anggaran Rp 3,58 miliar. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kelancaran pendidikan generasi muda dari empat kabupaten di wilayah Papua Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan, Paskalis Prayitno   menyampaikan asrama ini tidak diperuntukkan bagi satu kelompok etnis tertentu, melainkan tempat tinggal bersama bagi pelajar dan mahasiswa dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.

“Kami berharap asrama ini bukan menjadi asrama bagi satu etnis, tetapi menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, anak-anak pelajar dan mahasiswa yang ada di empat kabupaten wilayah cakupan Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.

Ia merincikan pembangunan menggunakan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan sebesar Rp3.587.485.000 yang terdiri dari pembangunan fisik gedung sebesar Rp2.729.062.000 serta pengadaan mebel dan fasilitas pendukung lainnya sebesar Rp858.396.000.

Asrama yang diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa putra tersebut memiliki kapasitas daya tampung sebanyak 50 orang.  Keberadaannya diharapkan membantu para penghuni menjalani kegiatan belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan lebih baik.

Ia menyebutkan, pemerintah provinsi telah mengembangkan fasilitas asrama di beberapa daerah, termasuk Merauke, Tanah Merah, Mappi, dan Asmat. Sejumlah asrama telah diresmikan, sementara beberapa fasilitas lainnya diharapkan segera menyusul.

“Kami berharap tempat-tempat yang ada akan segera kita resmikan sehingga dapat membantu anak-anak kita dalam melaksanakan proses pendidikan, terutama bagi adik-adik yang jauh dari satuan pendidikan di kabupaten,” katanya.

Dengan kapasitas 50 orang, asrama Pendeta Oktovianus Noya diharapkan menjadi salah satu fasilitas penunjang pendidikan yang dapat memperluas kesempatan generasi muda Papua Selatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
asrama mahasiswa Merauke Ceposonline.com