CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Direktur Keamanan dan Intelijen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Brigjen Tatan Dirsan Atmaja, bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Merauke, Hendrik, turun langsung memimpin dan memantau pembersihan pascakebakaran di Lapas Klas IIB Merauke, Sabtu (10/10/2026) sore.
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 500 warga binaan bersama petugas Lapas dan tim dari pusat bergotong royong membersihkan puing-puing kebakaran Kantor Lapas yang terjadi saat kerusuhan pada Jumat (9/10/2026).
Pembersihan dilakukan di sejumlah area Lapas, termasuk mengeluarkan sampah dan puing-puing bekas kebakaran, memperbaiki pagar pembatas serta membenahi gerbang depan dan belakang yang roboh akibat insiden tersebut.
Brigjen Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya pemulihan kondisi Lapas sekaligus pembinaan terhadap warga binaan. Seluruh warga binaan yang berada di dalam Lapas dilibatkan dan telah dibagi tugas sesuai pekerjaan yang perlu diselesaikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung kondusif. Warga binaan dinilai menunjukkan sikap kooperatif dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka menjalani pembinaan.
“Kami melihat sudah cukup bersih. Semuanya punya rasa memiliki. Saya minta tadi hanya satu menit untuk berkumpul, mereka langsung berkumpul dan bekerja. Tidak ada yang membantah, tidak ada yang berteriak, dan situasinya sangat kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembinaan merupakan tugas utama lembaga pemasyarakatan, baik Lapas maupun rumah tahanan (rutan). Melalui pembinaan tersebut, warga binaan diharapkan dapat kembali ke tengah masyarakat, memperoleh pekerjaan yang layak, serta diterima oleh keluarga dan lingkungan sosialnya.
Selain melakukan pembersihan, jajaran Lapas juga akan menggelar makan bersama antara pegawai, tim Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan warga binaan sebagai upaya membangun kebersamaan setelah kejadian kerusuhan.
"Malam ini makan bersama serta bagi pinang dengan warga Binaan, " jelasnya.
Terkait durasi pembersihan, Tatan menyampaikan bahwa kegiatan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika seluruh pekerjaan belum selesai pada Sabtu, pembersihan dapat dilanjutkan pada hari berikutnya.
Di sisi lain, pihak Lapas mengimbau empat warga binaan yang hingga Sabtu belum kembali pascakerusuhan agar segera kembali ke Lapas Kelas IIB Merauke dan menyerahkan diri.
Pihak Lapas juga meminta bantuan keluarga untuk mengantarkan mereka kembali. Pendekatan persuasif akan dikedepankan dalam proses tersebut.
“Kami mengimbau empat warga binaan yang saat ini belum kembali agar segera kembali ke Lapas Kelas IIB Merauke. Kami akan menerima mereka dengan lapang dada sebagai bagian dari keluarga besar warga binaan di sini,” pintas Kalapas Hendrik.
Perbaikan dan Pengamanan Ditingkatkan
Mengenai bangunan yang terdampak kebakaran, Tatan menjelaska akan segera dilakukan ppenghitungan kebutuhan perbaikan dengan melibatkan konsultan. Perbaikan akan diprioritaskan pada bagian-bagian yang mendesak, terutama pagar pembatas dan gerbang depan maupun belakang.
Berdasarkan pemantauan awal, bangunan yang terdampak dinilai masih layak. Meski demikian, penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil pendataan dan kajian teknis.
Sementara itu, pengamanan di Lapas Merauke diperkuat dengan meminta dukungan personel dari Polres Merauke dan Brimob. Personel tambahan ditempatkan di area luar Lapas atau ring dua sesuai prosedur operasional standar (SOP) penanganan kerusuhan dan kebakaran.
"Koordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI juga terus dilakukan. Untuk sementara, pengamanan dilaksanakan selama 24 jam guna menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemulihan berlangsung, " jelas Tatan.
Dia berharap seluruh warga binaan dapat tetap menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas sehingga kegiatan pembinaan dapat kembali berjalan normal. (*)
Editor : Weny Firmansyah