CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Irjen Polisi (Purn) Mashudi, memastikan perbaikan Kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke yang terbakar akibat kerusuhan pada Jumat (9/10/2026) segera dilakukan.
Perbaikan akan diprioritaskan pada kantor utama agar aktivitas pelayanan dan pelaksanaan tugas pegawai dapat kembali berjalan.
Hal tersebut disampaikan Mashudi saat meninjau langsung kondisi Lapas Merauke, menjawab pertanyaan wartawan di Merauke, Sabtu (10/10/2026).
Mashudi mengatakan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Pemasyarakatan, terutama terkait pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), sistem pengamanan, serta kondisi bangunan yang sudah berusia tua.
“Pertama, kami mohon maaf kepada seluruh warga binaan atas situasi dan kondisi yang terjadi seperti ini. Ini menjadi bahan evaluasi kami dan akan segera kami tindak lanjuti,” tandas Mashudi.
Menurut Mashudi, bangunan Lapas Merauke merupakan bangunan lama yang dibangun sejak 1963. Karena itu, pihaknya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu untuk menentukan bagian-bagian yang perlu segera diperbaiki.
“Yang pasti, kita benahi dulu kantor utama supaya bisa operasional dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Sementara itu, untuk pegawai kita akan menggunakan bagian kanan dan kiri. Setelah dilakukan identifikasi, perbaikan akan segera dikerjakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembenahan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga pelaksanaan SOP dan sistem pengamanan di dalam lapas. Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan operasional dapat segera kembali berjalan.
Terkait warga binaan yang melarikan diri saat kerusuhan, Mashudi menyampaikan apresiasi kepada Sekda Papua Selatan dan Kapolres Merauke serta semua pihak yang membantu melalui pendekatan kepada pihak keluarga sehingga sebagian warga binaan bersedia kembali.
Sementara itu, saat menemui langsung warga Binaan Lapas Merauke di lapangan Lapas Merauke, Mashudi, mengajak seluruh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke untuk menjaga kebersamaan dan menjadikan peristiwa yang terjadi sebagai pelajaran untuk menatap masa depan yang lebih baik.
Mashudi menegaskan, warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang perlu dibina dan didampingi agar dapat memperbaiki diri. Karena itu, semua pihak diharapkan tidak terus terjebak pada persoalan yang telah terjadi, tetapi bersama-sama mencari jalan ke depan.
“Kita sama-sama menjaga. Yang ada sekarang, kita lihat ke depan. Kalau ada saudara yang melakukan kesalahan, mari kita bina dan kita tanggung bersama,” kata Mashudi.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun suasana yang lebih baik dan menghindari persoalan berkepanjangan. Menurutnya, pembinaan terhadap generasi muda, termasuk warga binaan, menjadi tanggung jawab bersama.
Mashudi berharap dukungan dari semua pihak agar proses pembinaan di Lapas Merauke dapat berjalan dengan baik, sehingga warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan setelah menjalani masa pidana.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung rencana keterlibatan warga binaan Lapad Merauke dalam kegiatan menyambut peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada November mendatang di Jakarta.
Mashudi mengundang Elpama Prison Rap Merauke yang merupakan tim musik warga Lapas Merauke yang beranggotakan 10 orang untuk tampil pada Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta.
Ia kemudian mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri ketegangan dan memperkuat kebersamaan melalui komunikasi yang baik.
“Mari kita melihat ke depan. Tidak ada lagi persoalan yang dibawa ke belakang. Mari kita sama-sama menjaga dan membangun suasana yang lebih baik,” ajaknya.
Bahkan Dirjen Pemasyarakatan Mashudi rela duduk melantai di tengah terik matahari dan makan bersama dengan warga binaan Lapas Merauke. (*)
Editor : Elfira Halifa