Empat WBP Lapas Merauke Masih Diburu, Situasi Berangsur Kondusif

Yulius Sulo • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:46 WIB
Warga binaan Lapas Merauke yang bertahan di dalam dan tidak ikut melarikan  diri saat kebakaran kantor Lapas Klas IIB Merauke di ditemui Bupati Merauke dan Forkopimda Kabupaten  Merauke, Jumat (9/10/2026).
(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Warga binaan Lapas Merauke yang bertahan di dalam dan tidak ikut melarikan  diri saat kebakaran kantor Lapas Klas IIB Merauke di ditemui Bupati Merauke dan Forkopimda Kabupaten  Merauke, Jumat (9/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Sebanyak empat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke masih dalam pencarian setelah melarikan diri saat kerusuhan yang berujung pada pembakaran di lingkungan lapas tersebut, Jumat (9/10/2026). 

Keempat warga binaan yang masih dalam dalam daftar pengejaran yakni Nikolaus Zakarias Gebze, Engelbertus Bapaimu, Marthen Begaimu, dan Ignasius Apirimu. 

Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Hendrik, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan, jumlah penghuni lapas tercatat sebanyak 564 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 WBP sempat melarikan diri saat insiden terjadi.

Namun, melalui upaya pengamanan dan koordinasi lintas instansi, sebanyak 42 WBP berhasil diamankan kembali. Sementara empat orang lainnya masih dalam pencarian pengejaran.

Hendrik merinci, dari 42 WBP yang telah diamankan, sebanyak 31 orang berhasil ditemukan dan diamankan oleh petugas Lapas saat berada di luar lingkungan lapas. Tujuh orang lainnya kembali dengan diantar pihak keluarga setelah dilakukan pendekatan persuasif.

Selain itu, tiga WBP diamankan oleh personel Brimob, sedangkan satu orang lainnya ditangkap oleh personel Polres Merauke.

Hendrik mengatakan, keberhasilan mengamankan kembali sebagian besar WBP tersebut tidak terlepas dari kesigapan petugas serta koordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait.

“Berkat kesigapan petugas, soliditas pengamanan, serta koordinasi lintas instansi yang cepat dan terpadu, sebagian besar WBP yang melarikan diri berhasil diamankan kembali,” ungkapnya.

Situasi Lapas Berangsur Normal

Di tengah upaya pencarian terhadap sembilan WBP yang masih buron, kondisi keamanan di dalam Lapas Kelas IIB Merauke dilaporkan telah kembali kondusif sejak Sabtu (10/10/2026) siang.

Hendrik menjelaskan, Bupati Merauke bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga telah meninjau langsung kondisi lapas untuk memastikan situasi keamanan pascakerusuhan.

Hingga Jumat malam, situasi di dalam lapas disebut berangsur normal. Para warga binaan juga telah dapat beristirahat seperti biasa.

Pemulihan kondisi tersebut menjadi bagian penting dari penanganan pascakerusuhan, sementara aparat keamanan masih melakukan upaya pencarian terhadap sembilan WBP yang belum ditemukan.

Perbaikan Bangunan Menunggu Arahan Pusat
Sementara itu, terkait kerusakan bangunan akibat kebakaran, Hendrik mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan di tingkat pusat mengenai langkah perbaikan maupun renovasi.

Meski demikian, laporan mengenai kerusakan bangunan telah disampaikan kepada pihak pusat untuk ditindaklanjuti.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kerusuhan di Lapas Kelas IIB Merauke terjadi pada Jumat (9/10/2026). 

Insiden tersebut berujung pada pembakaran di lingkungan lapas setelah muncul aksi protes warga binaan yang berkaitan dengan pemeriksaan telepon genggam dan adanya oknum petugas Lapas yang dilaporkan  warga binaan dalam keadaan mabuk.

Peristiwa tersebut mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas serta menyebabkan puluhan warga binaan melarikan diri.

Hingga kini, pencarian terhadap 4 WBP yang belum ditemukan masih menjadi perhatian dalam penanganan pascakerusuhan. Di sisi lain, pemulihan keamanan dan penanganan kerusakan bangunan terus menjadi bagian dari upaya mengembalikan aktivitas lapas seperti sediakala. (*)

Editor : Agung Trihandono
Merauke lapas Ceposonline.com tahanan