CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Merauke mendorong keterlibatan aktif tokoh agama dan pemuka masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV di Kabupaten Merauke.
Koordinator PKBI Kabupaten Merauke, Ongen Mezach Manuhutu mengatakan, penanggulangan HIV tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM), tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Penanggulangan HIV tidak bisa dengan kesehatan, terus LSM bekerja sendiri. Semua itu harus ada kerja sama. Sama-sama kita bergandengan tangan supaya penanggulangan HIV bisa berjalan baik,” kata Ongen di Merauke, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, tokoh agama, baik dari kalangan Muslim maupun Kristen, memiliki posisi strategis karena mereka berada dekat dengan masyarakat dan umatnya. Informasi mengenai pencegahan HIV dinilai akan lebih mudah disampaikan melalui lingkungan keagamaan.
“Kalau kita terbatas dalam memberikan informasi. Kalau mereka lebih gampang di gereja, di masjid, mereka punya umat, lebih gampang memberikan informasi,” ujarnya.
Karena itu, PKBI mengajak para tokoh agama dan pemuka masyarakat untuk duduk bersama menyusun rencana tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara nyata di tengah masyarakat.
Ongen menjelaskan, selama ini PKBI telah menjalankan sejumlah kegiatan sesuai dengan perannya, seperti penjangkauan masyarakat di lapangan, mengajak masyarakat melakukan tes HIV, serta memberikan pendampingan kepada orang dengan HIV.
Namun, upaya tersebut diakuinya belum maksimal karena membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak.
“Kita penjangkauan di lapangan, kita ajak orang tes, kita mendampingi ODHA, cuma masih belum maksimal. Kita perlu banyak orang untuk terlibat di situ,” katanya.
Ia menilai pesan-pesan moral yang disampaikan melalui tokoh agama lebih mudah diterima oleh masyarakat.
“Pesan-pesan moral itu mereka lebih mendengar dari pihak-pihak agama, misalnya gereja, ustaz, seperti yang dilakukan sekarang,” jelasnya.
Ongen juga mengungkapkan bahwa kasus HIV di Merauke saat ini masih menunjukkan tren peningkatan. Ia menyebut kelompok ibu rumah tangga dan remaja sebagai kelompok yang kini menjadi perhatian.
“Untuk kasus HIV sementara ini memang naik. Naiknya di ibu-ibu rumah tangga, terus di remaja muda sekarang yang lagi tren naik,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah kasus yang ditemukan juga tidak terlepas dari semakin banyaknya pemeriksaan atau tes HIV yang dilakukan. Semakin banyak masyarakat yang menjalani tes, semakin banyak pula kasus yang dapat teridentifikasi.
“Semakin banyak tes, pasti sisanya akan ditemukan,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi tantangan baru dalam upaya penjangkauan masyarakat. Pola komunikasi saat ini telah banyak bergeser ke penggunaan aplikasi dan percakapan privat melalui media sosial.
Kondisi tersebut membuat penjangkauan menjadi lebih sulit karena interaksi tidak selalu berlangsung secara langsung di lingkungan masyarakat.
Menurut Ongen, keterlibatan tokoh agama bukan hanya dalam menyampaikan informasi kesehatan, tetapi juga memberikan penguatan nilai-nilai moral dan edukasi kepada umat sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV di Kabupaten Merauke.(*)
Editor : Elfira Halifa