Puluhan Anak di Kimaam Dilaporkan Terserang Diare

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:27 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Kimaam saat mendatangi warga untuk tetap menjaga kesehatan di tengah meningkatnya kasus diare di wilayah tersebut, Selasa (6/10/2026) 

(CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLRES MERAUKE)
Bhabinkamtibmas Polsek Kimaam saat mendatangi warga untuk tetap menjaga kesehatan di tengah meningkatnya kasus diare di wilayah tersebut, Selasa (6/10/2026)  (CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLRES MERAUKE) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Lebih dari 20 warga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, dilaporkan terserang diare dan muntaber. Sebagian besar pasien merupakan anak-anak dan balita.

Menyikapi laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab kasus tersebut sekaligus memastikan penanganan terhadap warga yang terdampak.

Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah mengatakan, laporan mengenai kasus diare tersebut diterima pemerintah daerah dari Kepala Distrik Kimaam pada Selasa (6/10) malam.

“Semalam masyarakat sampaikan, Pak Distriknya. Kita memang baru minta dari kesehatan untuk mengecek betul apa yang menjadi penyebabnya,” kata Fauzun Nihayah kepada wartawan di Merauke, Rabu (7/10/2026).

Menurut Fauzun, pihaknya juga menerima informasi mengenai persoalan ketersediaan air dan sanitasi di wilayah Kimaam. Namun, pemerintah belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut menjadi penyebab munculnya kasus diare.

“Kami juga mendapat informasi berkaitan dengan persoalan air di sana, terkait sanitasi. Tapi kami sudah minta dinas untuk mengecek penyebab pastinya, dan segera melakukan penanganan dan pencegahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Kesehatan juga diminta berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Kimaam untuk memastikan kondisi para pasien, termasuk ketersediaan obat-obatan.

“Kita baru mau koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga untuk memastikan ketersediaan obat di sana, termasuk penanganan dan pencegahannya,” katanya.

Fauzun menyebut persoalan air bersih memang menjadi perhatian pemerintah karena tidak hanya terjadi di Kimaam, tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Merauke.

“Kalau air ini kan memang hampir semua, tidak hanya di pulau saja. Kita ini juga sama. Ini menjadi perhatian kita bersama kalau soal air,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, Aiptu Bawa Santosa, pada Rabu (7/10), lebih dari 20 pasien mengalami diare dan muntaber. Para pasien saat ini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas Pratama Kimaam.

Sebagian besar pasien yang mengalami gangguan kesehatan tersebut merupakan anak-anak usia balita.

Bawa Santosa mengimbau para orang tua agar segera membawa anak mereka ke Puskesmas atau Rumah Sakit Pratama Kimaam apabila mengalami buang air besar secara terus-menerus atau menunjukkan gejala diare.

Masyarakat juga diminta tidak memberikan obat-obatan tradisional maupun melakukan pengobatan sendiri kepada anak tanpa pemeriksaan tenaga medis.

Selain itu, warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan sanitasi, serta mengupayakan konsumsi air bersih sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran penyakit.

Pemkab Merauke melalui Dinas Kesehatan diharapkan segera memastikan penyebab kasus tersebut sehingga langkah penanganan dan pencegahan dapat dilakukan secara tepat. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
diare Merauke Ceposonline.com