Gara - gara Dikejar Babi Hingga Tersesat, Sempat Hilang Akhirnya Ditemukan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 08:07 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian dan pertolongan Merauke di Hutan PT BIA Merauke, Senin (5/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS SAR MERAUKE)
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian dan pertolongan Merauke di Hutan PT BIA Merauke, Senin (5/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS SAR MERAUKE) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap dua warga yang dilaporkan hilang di kawasan hutan PT BIO, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, resmi berakhir setelah kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Kedua korban tersebut yakni Nurkholis (40) dan Benyamin Klau (40) ditemukan pada waktu yang berbeda oleh warga setempat, Senin (5/10/2026).

Korban pertama, Nurkholis, ditemukan warga sekira pukul 09.10 WIT di pinggir jalan poros perusahaan. Lokasi penemuan berjarak sekitar 3 kilometer dari titik lokasi terakhir atau Last Known Position (LKP) tempat Benyamin diperkirakan hilang.

Sementara itu, pencarian terhadap Benyamin terus dilakukan Tim SAR gabungan. Penyisiran bahkan dilakukan hingga malam hari dengan memanfaatkan teknologi thermal drone untuk mendeteksi keberadaan korban di kawasan hutan.

Sekira pukul 20.00 WIT, Tim SAR gabungan menerima informasi dari masyarakat bahwa Benyamin telah ditemukan warga yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap jerat babi di dalam hutan.

Mendapat informasi tersebut, Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban. Benyamin kemudian ditemukan dalam keadaan selamat.

Salah satu personel rescue, Pramono, mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban, Benyamin sempat dikejar babi ketika berada di dalam hutan.

“Hari itu, ia dikejar babi di dalam hutan. Setelah selamat dari kejaran, dia sadar bahwa sudah tersesat dan berusaha menyusuri tepian sungai untuk mencari jalan keluar,” ujar Pramono.

Dalam upayanya mencari jalan keluar, korban kemudian menemukan sebuah jerat babi. Benyamin memperkirakan jerat tersebut akan diperiksa pemiliknya dalam waktu dekat sehingga memilih bertahan di sekitar lokasi tersebut.

“Setelah berjalan cukup jauh, ia menemukan sebuah jerat babi yang dia yakini akan dicek oleh pemiliknya dalam waktu dekat. Makanya dia menunggu saja di sekitar situ dan tidur di atas pohon saat malam sampai akhirnya bertemu dengan pemilik jerat tersebut,” jelasnya.

Dari lokasi kejadian awal, jarak yang ditempuh Benyamin hingga ditemukan diperkirakan mencapai 13,29 kilometer.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, menyampaikan rasa syukur karena kedua korban akhirnya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kedepan, kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan semua orang yang hendak beraktivitas dimanapun itu hendaknya selalu mempertimbangkan faktor risiko dan keselamatan dalam beraktivitas,” ujar Rudi.

 (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Merauke tim sar PAPUA SELATAN