Hari Kelima Pencarian, ABK KMN Rizki Jaya Utama 01 Belum Ditemukan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:08 WIB
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi. (CEPOSONLINE.COM/SULO)
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi. (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap Salam (54), Anak Buah Kapal (ABK) KMN Rizki Jaya Utama 01 yang hilang setelah kapal penangkap ikan tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Memasuki hari kelima operasi pencarian, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir keberadaan korban.
Kapal KMN Rizki Jaya Utama 01 yang memiliki kapasitas 26 Gross Ton (GT) tersebut membawa sembilan orang saat mengalami kebocoran pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.
Saat kapal mengalami kebocoran hingga tenggelam, seluruh ABK sempat berkumpul menggunakan alat apung. Namun, hantaman gelombang besar menyebabkan para ABK terhempas dan terpisah satu sama lain.
Dari sembilan orang yang berada di atas kapal, delapan ABK berhasil selamat, sementara Salam hingga kini masih dalam pencarian.
“Hari ini adalah hari kelima pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Sampai kami laporkan ini, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, di Merauke, Senin (5/10/2026). 
Informasi mengenai kecelakaan kapal tersebut pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke pada Kamis malam sekitar pukul 22.15 WIT dari Muhammad Jainuri selaku pemilik kapal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke mengerahkan Tim Rescue pada pukul 22.35 WIT menuju Last Known Position (LKP), yang berjarak sekitar 25,22 mil laut dengan arah 153,64 derajat tenggara dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke.
Dalam operasi pencarian tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Danpos Torasi, Bakamla Merauke, Satpolairud Polres Merauke, pemilik kapal serta keluarga korban.
Dalam pelaksanaan pencarian, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan tim di lapangan. Cuaca pada pagi hari umumnya masih cukup baik, namun memasuki sekitar pukul 12.00 WIT kondisi mulai kurang bersahabat.
“Kendala sebenarnya pada umumnya adalah cuaca. Memang pada pagi hari cuaca baik, lalu pukul 12.00 itu cuaca sudah agak kurang baik,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan upaya Tim SAR Gabungan. Penyisiran tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan personel selama berada di laut.
“Namun itu tidak menjadi suatu tantangan atau hambatan bagi kami,” pungkasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono
Merauke sar abk