Kardinal Suharyo Lantik Pengurus Dewan Pastoral Umat Katolik TNI-Polri di Merauke

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 09:32 WIB
Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo saat melantik dan memberi berkat kepada pengurus Pelayanan Dewan Pastoral Umat Katolik di lingkungan TNI dan POLRI di Keuskupan Agung Merauke, dalam misa yang berlangsung di Gereja Katedral Fransiskus Xaverius Merauke, Kamis (1/10/2026) malam. 


(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo saat melantik dan memberi berkat kepada pengurus Pelayanan Dewan Pastoral Umat Katolik di lingkungan TNI dan POLRI di Keuskupan Agung Merauke, dalam misa yang berlangsung di Gereja Katedral Fransiskus Xaverius Merauke, Kamis (1/10/2026) malam.  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo yang juga Uskup Keuskupan TNI-Polri di Indonesia melantik pengurus Pelayanan Dewan Pastoral Umat Katolik di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Keuskupan Agung Merauke, dalam misa yang berlangsung di Gereja Katedral Fransiskus Xaverius Merauke, Kamis (1/10/2026) malam. 

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Gereja Katolik dalam memperkuat pelayanan pastoral bagi umat Katolik yang menjalankan tugas dan pengabdian sebagai prajurit TNI maupun anggota Polri.

 Kardinal Suharyo mengatakan, para imam yang melayani umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri bukanlah prajurit maupun anggota kepolisian. Mereka hadir sebagai bagian dari Gereja untuk mendampingi saudara-saudari yang memilih profesi sebagai tentara dan polisi.
Menurutnya, pelayanan tersebut menjadi penting karena umat Katolik yang menjalankan profesi sebagai prajurit TNI maupun anggota Polri juga membutuhkan pendampingan iman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Kardinal Suharyo menjelaskan, pelayanan imam bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri telah berlangsung cukup lama. Bahkan, terdapat imam yang telah lebih dari 30 tahun memberikan pelayanan dan pendampingan kepada umat Katolik yang berprofesi sebagai anggota militer.

Saat ini, terdapat sejumlah imam yang secara khusus memberikan pelayanan di lingkungan pendidikan TNI dan Polri. Di lingkungan Polri terdapat dua imam, salah satunya bertugas di Akademi Kepolisian (Akpol) di Magelang.


Sementara di lingkungan TNI Angkatan Laut terdapat dua imam, masing-masing bertugas di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan di Makassar. Sedangkan di lingkungan TNI Angkatan Udara terdapat dua imam, masing-masing di Akademi Angkatan Udara (AAU) dan bidang pendidikan di Bali. Sedangkan 2 imam lainnya di lingkungan TNI Angkatan Darat. 

“Semuanya dalam bidang pendidikan. Maksudnya apa? Untuk meletakkan landasan-landasan profesional yang diinspirasikan oleh iman Katolik,” kata Kardinal Suharyo.

Ia menyebutkan, jumlah imam yang memberikan pelayanan khusus bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri masih terbatas. Karena itu, dibentuk panitia nasional untuk membantu mengembangkan pendampingan umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.

Para pengurus yang dilantik merupakan bagian 
dari umat Katolik yang bersedia menyediakan waktu dan tenaga untuk membantu Keuskupan dalam mengembangkan pelayanan pastoral bagi komunitas Katolik di lingkungan TNI-Polri.
Kardinal Suharyo juga mengajak seluruh umat Katolik di lingkungan TNI-Polri untuk memaknai profesi yang dijalankan bukan hanya sebagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun mencapai cita-cita pribadi.

Menurutnya, profesi sebagai tentara maupun polisi dapat menjadi jalan untuk menanggapi panggilan Tuhan dan bertumbuh menuju kesucian.


“Profesi yang dipilih adalah jalan untuk menanggapi panggilan Tuhan. Bertumbuh menuju kesucian. Bukan sekadar mencari makan, bukan sekadar aktualisasi diri atau mencapai cita-cita, tetapi untuk memberi wujud pelayanan,” ujarnya.


Ia mengatakan, tugas dan pengabdian tersebut hendaknya menjadi perwujudan doa yang setiap hari dipanjatkan umat Katolik, yakni menghadirkan kerajaan kebenaran, kerajaan damai sejahtera dan kerajaan kasih.


Pada kesempatan tersebut, Kardinal Suharyo menyampaikan terima kasih kepada Uskup Agung Merauke yang telah memberikan izin serta dukungan terhadap pelayanan pastoral umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.


Ia juga mengapresiasi penunjukan seorang pastor untuk mendampingi para pengurus yang telah bersedia menjadi bagian dari panitia pastoral nasional tersebut.


“Semoga kehadiran panitia pastoral atas restu Bapak Uskup sungguh mempunyai makna dan arti, bukan hanya bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, tetapi bagi Gereja,” harapnya.


Kardinal Suharyo berharap pelayanan pastoral tersebut dapat terus dirawat dan dikembangkan sehingga umat Katolik yang bertugas di lingkungan TNI-Polri memperoleh pendampingan iman yang baik dalam menjalankan profesi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.


Pelantikan pengurus Pelayanan Dewan Pastoral Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri tersebut kemudian dilanjutkan dengan rangkaian ibadah dan kegiatan pastoral bersama. (*)

Editor : Weny Firmansyah
tni-polri Merauke Ceposonline.com Katolik