Asap dan Debu Karhutla  Picu Kekhawatiran Gangguan Pernapasan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:44 WIB
Nevile R. Muskita. (CEPOSONLINE.COM/SULO)
Nevile R. Muskita. (CEPOSONLINE.COM/SULO)

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Kondisi cuaca kering yang disertai debu dan asap akibat kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Sejumlah kelompok rentan, seperti anak-anak, orang lanjut usia serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan debu dan asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita mengatakan, kondisi udara yang dipenuhi debu pada siang hari, kemudian suhu yang lebih dingin pada malam hari dan ditambah paparan asap dapat memicu kambuhnya sejumlah keluhan kesehatan.

“Debu waktu siang, malam dingin, kemudian dengan asap. Saya kemarin baru pulang dari Kaptel, ada satu pasien yang di rumah, asmanya kambuh karena asap, debu dan dingin,”  kata Nevile ditemui, Rabu (16/9/2026).   

Menurutnya, keluhan gangguan pernapasan juga menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, termasuk pada pasien yang sebelumnya memiliki penyakit tertentu seperti asma.

Namun, terkait apakah telah terjadi peningkatan kasus secara signifikan akibat kondisi asap dan debu tersebut, diperlukan data dari fasilitas pelayanan kesehatan maupun rumah sakit.

“Kalau datanya harus ditanya dulu. Tidak bisa mendadakan,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak serta-merta dapat disebut sebagai peningkatan kasus akibat asap kebakaran tanpa adanya data medis yang membandingkan jumlah kasus pada periode sebelumnya dengan kondisi saat ini.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau melakukan langkah pencegahan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara dipenuhi debu maupun asap.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap yang terhirup.

“Kalau perlu pakai masker, pakai masker saja. Selain itu meningkatkan imunitas tubuh,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan keluarga, terutama apabila tinggal atau beraktivitas di sekitar wilayah yang terdampak kebakaran lahan maupun kawasan yang banyak menghasilkan asap.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah dapat berlangsung bersamaan dengan cuaca kering dan angin, sehingga asap berpotensi terbawa ke permukiman.

Nevil juga mengingatkan  agar masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan setelah terpapar asap dan debu tidak mengabaikan kondisi tersebut, terutama jika keluhan semakin berat atau berulang.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
Merauke dinas kesehatan karhutla