GSI Perdana Papua Selatan Bergulir, 100 Pelajar Dipantau Talent Scouting

Yulius Sulo • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:54 WIB
Pembukaan Gala Siswa Indonesia Provinsi Papua Selatan di lapangan sepak bola Makodim 1707/Merauke, Senin (7/9/2026) sore

(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 
Pembukaan Gala Siswa Indonesia Provinsi Papua Selatan di lapangan sepak bola Makodim 1707/Merauke, Senin (7/9/2026) sore (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 

CEPOSONLINE.COM,MERAUKE – Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Provinsi Papua Selatan 2026 resmi bergulir untuk pertama kalinya. 

Kompetisi sepak bola pelajar tingkat SMP/sederajat ini menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Papua Selatan dalam menjaring dan membina talenta muda di bidang olahraga.

Namun, penyelenggaraan perdana GSI Papua Selatan belum diikuti seluruh kabupaten. Dari empat kabupaten di Papua Selatan, baru Merauke dan Boven Digoel yang mengirimkan perwakilan. Sementara Kabupaten Mappi dan Asmat belum ambil bagian.

GSI Papua Selatan 2026 berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kodim 1707/Merauke selama lima hari, mulai Senin (7/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026).

Ketua Panitia GSI Papua Selatan 2026, Oliva Koneng, S.Pd., M.Pd., mengatakan sebanyak 100 pelajar ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Rinciannya, 60 pelajar berasal dari Kabupaten Merauke dan 40 pelajar dari Kabupaten Boven Digoel.

Selain menjadi ajang kompetisi, GSI juga diarahkan sebagai sarana pencarian bibit unggul sepak bola usia sekolah. Penampilan para pemain dipantau untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan ke jenjang pembinaan berikutnya.

Untuk mendukung proses tersebut, panitia menyiapkan lima anggota talent scouting yang bertugas melakukan pemantauan, penilaian dan seleksi terhadap pemain selama pertandingan berlangsung.

“Para pemain tidak hanya bersaing membawa timnya meraih kemenangan, tetapi juga dipantau untuk menemukan pemain potensial yang dapat dikembangkan menuju jenjang lebih tinggi,” kata Olivia Koneng.

Rangkaian kegiatan meliputi registrasi dan verifikasi peserta, technical meeting, pertandingan, penilaian dan seleksi pemain, pembinaan karakter dan sportivitas hingga penentuan pemenang.


Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Pemerintah Provinsi Papua Selatan Agustinus Joko Guritno, mengingatkan peserta agar tidak menjadikan GSI semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan.

“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Berjuanglah untuk menjadi juara, tetapi jangan mengorbankan sportivitas. Kejar prestasi setinggi-tingginya, tetapi tetap rendah hati,” pesan Apolo.

Ia mengatakan pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Sekolah juga harus memberikan ruang kepada peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki, termasuk melalui olahraga.

“Pendidikan membentuk kecerdasan, olahraga membentuk ketangguhan, dan karakter menentukan masa depan,” ujarnya.
Apolo juga meminta para pelajar tidak patah semangat ketika mengalami kekalahan. Sebaliknya, mereka yang berhasil meraih kemenangan diingatkan agar tidak cepat berpuas diri.

“Medali boleh berkilau, tetapi karakter harus lebih bersinar,” tegasnya.

“Saya ingin melihat anak-anak Papua Selatan bukan hanya menjadi juara di lapangan, tetapi juga menjadi juara dalam kehidupan,” katanya.
GSI Papua Selatan 2026 dibiayai melalui APBD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan.

Sebagai penyelenggaraan perdana, kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi pembinaan sepak bola pelajar yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang bagi talenta muda Papua Selatan untuk berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Merauke Ceposonline.com PAPUA SELATAN