BPBD Merauke Padamkan 91 Titik Karhutla di Wilayah Perkotaan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:41 WIB
Aparat gabungan bersama masyarakat saat memadamkan Karhutla di Kampung Yabamaru, SP 9 Tanah Miring Merauke, Baru-baru ini
(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 
Aparat gabungan bersama masyarakat saat memadamkan Karhutla di Kampung Yabamaru, SP 9 Tanah Miring Merauke, Baru-baru ini (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke telah menangani sedikitnya 91 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kelurahan dalam wilayah perkotaan Merauke.

Jumlah tersebut merupakan titik kebakaran yang ditangani BPBD berdasarkan laporan dan permintaan masyarakat yang masuk melalui telepon ke BPBD.

Kepala BPBD Kabupaten Merauke Romanus Sudjatmiko mengungkapkan, penanganan 91 titik tersebut khusus dilakukan di wilayah dalam kota.

 Sementara berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kabupaten Merauke mencapai ribuan titik.


“Kalau berdasarkan apa yang kita kerjakan, berdasarkan permintaan masyarakat lewat telepon ke badan kami, yang sudah bisa kita padamkan itu kurang lebih 91 titik api. Itu berada di kelurahan-kelurahan yang ada dalam kota,” kata Romanus Sudjatmiko, Senin (7/9/2026).


Ia menjelaskan, kebakaran yang terjadi sebagian besar berada di lahan yang kering. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas masyarakat yang membakar sampah maupun lahan, kemudian api merambat ke area sekitarnya.

Bahkan, kebakaran berulang kali terjadi di lokasi yang sama. Kondisi tersebut diperparah dengan rumput dan lahan yang mengering akibat cuaca panas.

“Secara jujur kita lihat, kebakaran ini masyarakat sendiri yang membakar. Mungkin membakar sampah, kemudian merambat ke daerah yang lain. Bahkan berulang-ulang di tempat yang sama,” jelasnya.

Salah satu lokasi yang sempat ditangani yakni kawasan Jalan Ternate. Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut diduga bermula dari pembakaran lahan atau sampah, kemudian api merambat ke lahan kering hingga mengancam permukiman. Dalam kejadian tersebut, satu rumah dilaporkan ikut terbakar.

Sementara itu, kelurahan yang cukup sering mendapat penanganan karhutla di wilayah perkotaan salah satunya Kelurahan Muli. Dalam sehari, BPBD bisa menerima hingga tiga sampai empat laporan dari masyarakat terkait kebakaran lahan yang dikhawatirkan merambat ke permukiman.

BPBD, kata dia, tidak membatasi penanganan hanya di wilayah perkotaan. Setiap laporan kebakaran yang masuk dan lokasi dapat dijangkau akan ditindaklanjuti oleh petugas.

“Kita tidak fokus di daerah kota. Pokoknya ada panggilan atau pemberitahuan, di mana pun yang penting bisa kita jangkau, pasti kami akan datang membantu,” tegasnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Merauke memiliki dua armada pemadam kebakaran yang digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran. (*)

Editor : Agung Trihandono
kebakaran hutan Merauke Ceposonline.com