Warga Dusun Yakyu  Minta Pembangunan Gedung Sekolah sampai Alat Transportasi 3 Roda 

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 09:03 WIB
Masyarakat bersama anak  sekolah Dusun Yakyu saat antusias mendengarkan arahan yang disampaikan bupati Yoseph Bladib Gebze
(CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Masyarakat bersama anak  sekolah Dusun Yakyu saat antusias mendengarkan arahan yang disampaikan bupati Yoseph Bladib Gebze (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Sabtu (29/8/2026)siang itu, ada yang berbeda dengan hari-hari biasanya yang dilakukan masyarakat Dusun Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota Kabupaten Merauke. 

Warga yang biasanya lebih banyak berada di kebun, hutan atau rawa untuk mencari nafkah, namun hari ini mereka berkumpul dan menanti kunjungan orang nomor satu di Merauke. 

Kampung yang bersih dihiasi dengan janur kuning dan bunga anggin serta taria-tarian penyambutan. Begitu juga anak sekolah SD yang ada di kampung ini disiapkan untuk menyambut bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan rombongan. 

Di hadapan bupati Yoseph Gebze, masyarakat Dusun Yakyu melalui kepala Distrik Sota John Mahuzet Kayame membacakan aspirasi warga yang sudah tertulis. 

"Atas nama masyarakat Dusun Yakyu menyampaikan  terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Pemerintah Kabupaten Merauke, khususnya Dinas Sosial, yang dinilai telah menyentuh kami secara nyata dengan semua bentuk bantuan yang telah ada di depan kami,” ujar John Mahuzet Kayame. 

Masyarakat juga mengapresiasi kehadiran Bupati Merauke yang untuk pertama kalinya mengunjungi Kampung Yakyu. Kehadiran tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

 John Kayame menyampaikan bahwa Dusun Yakyu saat ini dihuni sekitar 40 kepala keluarga atau 190 jiwa. Mereka juga mengapresiasi keberadaan Danpos beserta personelnya yang selama ini dinilai dekat dan aktif membantu masyarakat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah hadir di kampung ini. Kalau akrabnya, kami panggil Bapak dan Mama Merauke, karena kami ini keluarga Merauke,” katanya.
 Kepala Distrik Sota kemudian menyerahkan surat aspirasi masyarakat warga Yakyu yang berisi sejumlah kebutuhan mendesak yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

Sedikitnya terdapat sembilan aspirasi yang disampaikan masyarakat Dusun Yakyu. 
Pertama, masyarakat meminta pembentukan Dusun  Yakyu menjadi  kampung definitif. Aspirasi tersebut tetap disampaikan dengan mempertimbangkan persyaratan dan ketentuan yang telah diatur pemerintah.

Kedua, masyarakat meminta pembangunan sekolah. Saat ini kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di sekolah darurat sehingga pembangunan fasilitas pendidikan yang layak dinilai sangat dibutuhkan.

"Ketiga, masyarakat mengusulkan pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, " pintanya.

Keempat, mereka meminta pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Dusun Yakyu.

Kelima, masyarakat mengusulkan pembangunan gereja sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan warga.
Keenam, mereka meminta pembangunan jembatan atau dermaga untuk menunjang mobilitas masyarakat.
Ketujuh, masyarakat mengusulkan pembersihan jalur sungai yang digunakan untuk transportasi perahu, sehingga akses keluar-masuk kampung dapat berjalan lebih lancar.

Kedelapan, masyarakat meminta bantuan alat transportasi roda tiga untuk mendukung aktivitas dan kebutuhan sehari-hari warga.
Selain delapan aspirasi tersebut, masyarakat juga menyampaikan persoalan penyimpanan dan pemasaran hasil perikanan. Hasil tangkapan ikan warga selama ini terkendala karena belum tersedianya freezer atau tempat penyimpanan yang memadai.

“Di sini salah satu kendala kami, ikan-ikan yang kami dapat tidak ada freezer yang bisa menampung. Masalah pemasaran juga cukup lemah,” ungkapnya.

Kesembilan, masyarakat meminta perhatian pemerintah terhadap ketersediaan listrik. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan sumber listrik, baik melalui solar cell maupun pembangkit diesel, sehingga kebutuhan penerangan dan aktivitas masyarakat dapat ditunjang.

Masyarakat berharap seluruh aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Merauke dan ditindaklanjuti sesuai dengan kemampuan serta ketentuan yang berlaku.

“Kami titip surat kecil ini kepada Bapak Bupati. Ini merupakan isi hati masyarakat Dusun Yakyu. Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah,” tutupnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menyampaikan akan merespon secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran.

 Namun hal yang pertama segera direspon adalah pembangunan gedung sekolah yang layak bagi anak-anak yang ada di Dusun Yakyu. 

"Tahun depan segera kira bangun, " katanya. Bahkan bupati Yoseph Bladib Gebze sempat menitikkan air mata saat menyinggung sekolah darurat yang ada di Dusun tersebut. 

Kunjungan  ke Dusun Yakyu tersebut untuk menyerahkan bantuan  dari Kemensos Republik Indonesia diantaranya 32 unit panel Surya, 32 ekor babi lengkap kandang dan paket makanan, vitamin dan obat-obatan serta paket sembako. 

Diketahui, Dusun Yakyu merupakan salah satu titik terisolir di Merauke. Karena untuk sampai di Dusun ini hanya melalui satu jalur yakni transportasi air dengan menggunakan ketinting membela Rawa Biru dengan waktu perjalanan lebih dari satu jam dari Kampung Rawa Biru. 

Dusun. Yakyu sempat jadi berita nasional beberapa waktu lalu atas pelarangan yang dilakukan tentara PNG untuk memasang bendera merah putih di dusun tersebut. Padahal, wilayah ini masih merupakan  wilayah NKRI. Bahkan dari Kampung ini, diperkirakan basih sekitar 1 kilometer ke garis batas RI-PNG. (*)

Editor : Agung Trihandono
Merauke