Kampung Urum Dipilih Jadi Lokasi Makodam XXIV/Mandala Trikora, Ini Alasannya

Yulius Sulo • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.(CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.(CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Rencana pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXIV/Mandala Trikora dipastikan akan berlokasi di Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. 

Pembangunan tersebut sebelumnya sempat terkendala persoalan administrasi dan koordinasi terkait status serta dokumen tanah.

Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia mengatakan, sejak awal menjabat dirinya langsung mempelajari persoalan yang menyebabkan pembangunan Makodam belum dapat dilaksanakan.

Setelah dilakukan penelusuran, persoalan tersebut akhirnya ditemukan dan dinilai lebih berkaitan dengan koordinasi antarlembaga.

“Waktu kami mulai menjabat, kami langsung pelajari masalah kenapa tanah Kodam ini belum selesai dan belum bisa dibangun. Akhirnya kami menemukan permasalahannya. Permasalahannya simpel saja, koordinasi kita,”kata Pangdam Frits Pelamonia, Rabu (26/8/2026). 

Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Pangdam mengaku turun langsung ke Kampung Urum dan mengumpulkan lima marga pemilik tanah. Dalam pertemuan itu, masyarakat justru memberikan dukungan agar pembangunan Makodam segera direalisasikan.

“Lima marga sudah acc, sudah mendorong kita untuk lebih cepat, lebih bagus. Mereka sadar ketika markas TNI dibangun, di situ akan ada kehidupan, menjadi ramai, jalan menjadi bagus dan sebagainya,” jelasnya.

Selain melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat, Pangdam juga melakukan koordinasi ke Jakarta dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Menurutnya, koordinasi dilakukan bersama Angkatan Darat, Kementerian Pertahanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Kementerian Keuangan.

Pertemuan lintas institusi tersebut kemudian menemukan adanya dokumen atau surat yang sebelumnya menjadi kendala dalam proses pembangunan.

Pangdam menyebut, surat yang bermasalah tersebut telah ditarik dan proses administrasi baru telah disiapkan sehingga tahapan pembangunan dapat dilanjutkan.

Sebagai langkah berikutnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Kantor Wilayah Jayapura dijadwalkan melakukan pengukuran lahan Makodam di Kampung Urum. Tim tersebut direncanakan berada di Merauke selama sekitar satu minggu untuk menyelesaikan proses pengukuran.

“Rencana minggu ini sudah ada pengukuran dari Badan Pertanahan Kanwil Jayapura. Mereka rencana seminggu di sini untuk mengukur tanah Kodam kita,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan tersebut, Pangdam optimistis persoalan lahan Makodam XXIV/Mandala Trikora dapat segera diselesaikan dan pembangunan dilaksanakan di Kampung Urum.

“Saya punya satu keyakinan tanah ini tidak bermasalah dan Kodam akan segera dibangun di Kampung Urum,” tegasnya. 

Pangdam juga menjelaskan alasan Kampung Urum dipilih sebagai lokasi pembangunan Makodam. Salah satu pertimbangannya adalah ketersediaan lahan yang cukup luas untuk membangun seluruh fasilitas pendukung Kodam dalam satu kawasan.

Menurutnya, pembangunan Makodam tidak hanya membutuhkan bangunan markas utama, tetapi juga berbagai badan pelaksana (balak), perkantoran, serta fasilitas dan rumah bagi prajurit.

“Kita punya Kodam dilengkapi dengan balak-balak yang ada, memang kita butuh tanah itu minimal 50 hektare,” jelasnya.

Sementara itu, lahan yang tersedia di kawasan pemerintahan hanya sekitar 30 hektare lebih sehingga dinilai kurang ideal untuk menampung seluruh kebutuhan fasilitas Makodam.

“Kalau yang disiapkan yang ada di kawasan pemerintahan itu hanya 30 sekian, jadi kurang ideal. Sedangkan yang ada di Urum ini 50 hektare lebih. Ini ideal sekali untuk rumah prajurit, untuk perkantoran-perkantoran balak-balak Kodam, sehingga bisa satu kawasan,” katanya.

Pangdam pun meyakini pembangunan Makodam di Kampung Urum nantinya tidak hanya memperkuat fasilitas pertahanan, tetapi juga memberikan dampak terhadap perkembangan wilayah sekitar.

“Saya yakin pasti akan ramai di Kampung Urum,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
makodam Merauke Papia selatan Ceposonline.com