CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum diterima oleh SD Inpres Semangga 3 maupun sejumlah sekolah dasar lainnya yang ada di wilayah Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.
Kepala SD Inpres Semangga 3, Petrus Bhato, mengatakan sekolahnya hingga kini belum mendapatkan program MBG, meskipun kebutuhan terhadap program tersebut dinilai cukup tinggi bagi para siswa.
“SD Inpres Semangga 3, bahkan juga SD-SD di kawasan Distrik Semangga, belum pernah mendapatkan MBG ini,” kata Petrus, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, di wilayah tersebut sebenarnya telah terdapat bangunan yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program MBG. Namun, pembangunan bangunan tersebut hingga kini belum berlanjut.
“Bangunan sudah dibangun, tetapi kelihatannya seperti mangkrak, belum berlanjut. Kami juga tidak tahu karena itu ranahnya pihak yang menangani,” ujarnya.
Petrus menilai program MBG sangat dibutuhkan para siswa, terutama jika melihat kondisi sosial ekonomi keluarga mereka. Mayoritas orang tua siswa di SD Inpres Semangga 3 bekerja sebagai petani.
“Sangat perlu. Karena di sini mayoritas petani. Pegawai juga tidak banyak. Jadi kalau memang program ini berjalan, kami sangat berharap anak-anak kami juga mendapatkan MBG,” katanya.
Ia mengatakan kondisi ekonomi masyarakat di Papua memiliki tantangan tersendiri, sehingga bantuan pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak sekolah dinilai sangat penting.
Petrus mengaku pihak sekolah sebelumnya telah dimintai data oleh petugas program MBG terkait sekolah-sekolah yang belum mendapatkan program tersebut.
“Terakhir petugas MBG dari kota datang meminta data bagi sekolah-sekolah yang belum pernah mendapatkan MBG. Data sudah kami berikan, tetapi realitanya sampai hari ini juga belum ada,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak mengetahui tindak lanjut dari data yang telah disampaikan pihak sekolah tersebut.
“Saya tidak tahu apakah data kami dipakai untuk apa, kami juga tidak tahu,” katanya.
Meski demikian, Petrus memilih untuk tidak berspekulasi mengenai proses pelaksanaan program tersebut. Ia berharap pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di Distrik Semangga yang hingga kini belum menerima MBG.
“Kami hanya berharap program ini bisa segera terealisasi, karena memang anak-anak kami sangat membutuhkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw