Duh, Susahnya Jadi Warga Merauke, Harus Antre untuk Dapatkan, BBM, Minyak Tanah, dan Air Bersih

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:14 WIB
Warga saat antre di kasir untuk memesan air tanki Perumda Jereukom Merauke, Jumat (21/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Warga saat antre di kasir untuk memesan air tanki Perumda Jereukom Merauke, Jumat (21/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemandangan antrean kendaraan di dekat SPBU telah sudah menjadi hal biasa karena, tiga bulan lebih warga terpaksa harus mengantre untuk mendapatkan bensin atau solar. 

 

 

Antrean BBM untuk kendaraan bermotor ini "satu paket" dengan minyak tanah. Warga harus berjibaku untuk mendapatkan minyak tanah guna keperluan memasak di rumah. 

 

 

 

Meski saat ini sudah tersedia gas yang di pasaran, namun warga Merauke dan sekitarnya lebih memilih menggunakan minyak tanah untuk keperluan memasak. 

 

 

 

Pun demikian dengan air bersih, hal ini lantaran terjadinya kemarau panjang yang membuat sumur-sumur milik warga mengalami kekeringan.

 

 

Terpaksa warga harus merogoh kocek lagi untuk membeli air bersih untuk keperluan rumah tangga.  

 

 

Namun untuk mendapatkan air bersih itu warga pun harus rela mengantri karena banyak warga berbondong-bondong mendatangi Perumda

Jereukom untuk membeli air bersih. 

 

 

Karena terbatasnya armada, maka pasokan air bersih hanya mampu melayani 20 tangki air setiap harinya.

 

 

Kondisi tersebut membuat antrean masyarakat yang ingin mendapatkan pasokan air bersih cukup panjang. Warga yang tidak masuk dalam kuota pelayanan hari itu terpaksa kembali mengantre pada hari berikutnya.

 

 

"Untuk hari ini, kami hanya bisa menerima 20 tangki. Selebihnya, besok lagi baru bisa antre," kata Kepala Subbagian Kasir Perumda Jereukom, Veronika Amampop, yang juga bertugas melayani warga yang memesan air tangki, Jumat (21/8/2026).

 

 

Veronika mengatakan 

Masing-masing armada maksimal melayani sekitar 10 tangki dalam sehari.

 

 

"Armada kami hanya bisa layani 10 tangki per armada setiap harinya," jelasnya. Sedangkan saat ini hanya ada dua armada. 

 

 

 

Panjangnya antrean juga mulai dikeluhkan masyarakat. Warga menilai kondisi tersebut menambah daftar kebutuhan pokok yang saat ini harus diperoleh dengan cara mengantre.

 

 

"Sekarang kita antre BBM, antre minyak tanah, sekarang antre air bersih. Sudah antre panjang, belum tentu dapat," keluh seorang warga.

 

 

Warga berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih, terutama selama musim kemarau berlangsung. Selain menambah kapasitas pelayanan, masyarakat juga berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara merata sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.(*)

Editor : Weny Firmansyah
Merauke Minyak tanah BBM