Dua Tahun Jalani Pembinaan, 11 Mantan Teroris ini Teguhkan Kecintaan pada NKRI di HUT RI 

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 11:29 WIB
Kasatgaswil Papua Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Pol I Putu Gede Surya Putra Mustika berbincang dengan para Mantan Teroris dari Merauke yang telah menjalani deradikalisasi di Merauke selama 2 tahun setelah menjalani hukuman beberapa waktu lalu di Merauke, Senin (17/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Kasatgaswil Papua Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Pol I Putu Gede Surya Putra Mustika berbincang dengan para Mantan Teroris dari Merauke yang telah menjalani deradikalisasi di Merauke selama 2 tahun setelah menjalani hukuman beberapa waktu lalu di Merauke, Senin (17/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Merauke menjadi momentum bagi 11 warga mitra deradikalisasi Densus 88 Antiteror Polri untuk kembali meneguhkan kecintaan terhadap Tanah Air.

 

Salah satu warga mitra deradikalisasi, Sigit Pramono, mengaku terharu sekaligus bangga dapat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama jajaran TNI dan Polri di Merauke, Senin (17/8/2026).

 

Menurut Sigit, keikutsertaannya bersama 10 temannya dalam upacara bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses untuk kembali menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.

 

“Alhamdulillah hari ini kami, warga mitra deradikalisasi Densus 88 Antiteror Polri, ikut serta secara proaktif dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Sigit.

 

Ia mengatakan, suasana upacara membuat dirinya seolah kembali mengingat masa lalu sebelum tersandung persoalan yang kemudian membawanya mengikuti proses pembinaan deradikalisasi.

 

Sigit mengaku semangat para personel TNI dan Polri dalam mengikuti upacara turut membangkitkan semangatnya untuk ikut mengambil bagian dalam peringatan kemerdekaan.

 

“Kami seakan-akan kembali ke masa lalu, sebelum kami tersandung dalam masalah ini, yaitu kembali kepada cinta Tanah Air,” katanya.

 

Menurutnya, suasana semakin terasa ketika seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila. Ia bersama rekan-rekannya bahkan berusaha menyuarakannya dengan penuh semangat.

 

“Ketika menyanyikan Indonesia Raya, Pancasila, kami malah semakin semangat, paling keras dan lantang menyuarakan itu. Alhamdulillah, itulah cerita sekelumit oleh-oleh dari upacara tadi,” ungkapnya.

 

Sigit mengungkapkan, proses pembinaan tidak berhenti setelah mengikuti kegiatan tertentu. Tim Densus 88, kata dia, masih rutin melakukan pendampingan dan komunikasi dengan warga mitra deradikalisasi.

 

Pendampingan tersebut dilakukan melalui berbagai bentuk komunikasi, termasuk melalui grup maupun pesan WhatsApp, serta kegiatan pembinaan lainnya.

 

“Yang setia menemani kami dan membimbing kami itu tim Densus. Mereka rutin menyapa kami, minimal melalui grup atau WhatsApp, dan pembinaan-pembinaan lainnya,” jelasnya.

(*)

Editor : Agung Trihandono
densus 88 Satgas PAPUA SELATAN