CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Rimba Jaya hingga kini belum kembali menempati gedung utama puskesmas, meski palang yang sebelumnyamenutup akses ke fasilitas tersebut telah dibuka.
Para nakes masih memberikan pelayanan dari gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) lama dan Aula Kelurahan Rimba Jaya yang berada di Kompleks Kantor Kelurahan Rimba Jaya, Kabupaten Merauke.
Kepala Puskesmas Rimba Jaya, Iriani Winoto, mengatakan keputusan untuk belum kembali ke gedung utama puskesmas dilakukan karena para tenaga kesehatan masih merasa belum aman dan nyaman untuk kembali bertugas di gedung Puskesmas Rimba Jaya. Apalagi, sebagian besar tenaga yang ada adalah perempuan.
Menurut Iriani, pada Jumat lalu pihaknya telah mendapat arahan untuk kembali ke Puskesmas Rimba Jaya.
Sekretaris Dinas Kesehatan, yang disebutnya Pak Edo, juga telah menghubungi dirinya dan meminta agar pelayanan kembali dilakukan di gedung puskesmas.
Namun, setelah disampaikan kepada seluruh staf, para tenaga kesehatan masih keberatan untuk kembali.
“Teman-teman puskesmas masih keberatan semua, tidak berani untuk ke sana. Kalau mau kita kembali ke sana mungkin sama-sama dengan dinas. Kalau sendiri memang kami masih belum siap untuk ke sana, kami belum nyaman. Karena pegawai Dinas Kesehatan juga belum ke sana,” kata Iriani.
Iriani berharap proses kepindahan kembali ke gedung utama dapat dilakukan secara bersama-sama dengan Dinas Kesehatan dan mendapat pengamanan dari aparat keamanan.
Ia mengingat kembali pengalaman pada 2023 setelah Puskesmas di palang dan ketika tenaga kesehatan diminta kembali ke gedung puskesmas.
Saat itu, proses pemindahan dilakukan bersama-sama dengan kepolisian dan Satpol PP sehingga seluruh petugas dapat kembali sekaligus membawa perlengkapan pelayanan.
“Maunya kami seperti itu. Kalau bisa sama-sama. Kalau kami sendiri, kami tidak berani,” ujarnya.
Sebagai pimpinan puskesmas, Iriani mengaku mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan para tenaga kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya.
Ia tidak ingin pelayanan dilakukan dalam suasana yang membuat petugas merasa khawatir terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami mau kerja melayani dengan keadaan yang tenang, aman, karena yang kami hadapi ini manusia. Kita tidak tahu ke depan mungkin ada orang yang merasa tidak puas. Jangan sampai saat kami pelayanan di sana ada hal-hal yang membuat kami tidak nyaman,” jelasnya.
Selama menempati lokasi sementara, pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan. Namun, Iriani mengakui pelayanan tersebut belum dapat berjalan seefektif ketika menggunakan fasilitas lengkap di gedung utama puskesmas.
“Sarana di sini terbatas. Kalau mau dibilang, tidak seefektif pelayanan yang kami lakukan di puskesmas dalam gedung. Kami melayani semampu kami, apa yang bisa kami layani. Selebihnya kami bantu ke rumah sakit,” katanya.
Sementara untuk ketersediaan obat, persoalan yang sempat terjadi pada Juni hingga pertengahan Juli kini sudah teratasi.
“Obat tidak masalah. Sudah bisa kami dapat dan bisa memberikan pelayanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan utama saat ini bukan lagi ketersediaan obat, melainkan kesiapan tenaga kesehatan untuk kembali ke gedung utama puskesmas.
“Cuma untuk pelayanan kembali ke gedung itu saja kami masih keberatan. Kalau baiknya bersamaan dengan orang dinas,” katanya. (*)
Editor : Elfira Halifa